fpip.umsida.ac.id — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melaksanakan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan atau PLP I di SD Muhammadiyah 11 Randegan, Sidoarjo, pada 13 hingga 18 April 2026.
Kegiatan yang diikuti mahasiswa semester 4 ini dilakukan untuk memberikan pengalaman langsung dalam memahami kultur sekolah, manajemen pendidikan, kompetensi pendidik, serta praktik pembelajaran di sekolah dasar.
Salah satu fokus kegiatan yang diamati mahasiswa adalah pembiasaan literasi baca tulis Al-Qur’an, tahfidz, dan penguatan adab siswa melalui kegiatan muhasabah.
Pelaksanaan PLP I ini berada di bawah bimbingan Zuyyina Fihayati M Pd.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga belajar memahami bagaimana sekolah membangun ekosistem pendidikan yang ramah anak, inklusif, dan berbasis nilai keislaman.
SD Muhammadiyah 11 Randegan menjadi salah satu lokasi PLP karena sekolah ini menerapkan pembelajaran yang menekankan kenyamanan, keamanan, kepedulian, dan penghargaan terhadap potensi setiap siswa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata bahwa pendidikan dasar tidak hanya berfokus pada penyampaian materi akademik.
Sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter, membangun kebiasaan baik, serta menanamkan nilai spiritual sejak dini.
Hal ini tampak dari rutinitas pagi yang dilakukan siswa sebelum memulai pembelajaran, seperti upacara bendera, gerakan literasi, sarapan bersama, dzikir pagi, istighosah, senam pagi, hingga kegiatan P5 setiap hari Sabtu.
Tahfidz dan Muhasabah Jadi Penguatan Karakter Siswa
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian mahasiswa PLP I adalah program tahfidz bersama.
Setiap hari pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, siswa SD Muhammadiyah 11 Randegan mengikuti kegiatan tahfidz di kelas masing-masing sebelum pembelajaran dimulai.
Dalam kegiatan ini, guru membimbing siswa membaca dan menghafalkan surat yang telah diberikan sebelumnya.
Program tahfidz tersebut bertujuan membantu siswa mencapai target hafalan, khususnya juz 30.
Sebelum menghafal secara mandiri, guru dan siswa membaca surat bersama-sama agar siswa lebih mudah memahami pelafalan dan urutan ayat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan religius yang dilakukan secara konsisten oleh sekolah.
Selain tahfidz, sekolah juga melaksanakan kegiatan muhasabah setiap hari Jumat.
Kegiatan ini menjadi sarana refleksi diri bagi siswa agar mereka mampu memahami sikap dan perilaku yang telah dilakukan.
Melalui muhasabah, siswa diajak merenungkan pentingnya adab, kedisiplinan, tanggung jawab, serta akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan muhasabah pada 17 April 2026 berlangsung pukul 07.00 hingga 08.00 WIB dan diikuti seluruh siswa dengan pendampingan guru.
Suasana kegiatan berjalan khidmat karena siswa diarahkan untuk lebih peka terhadap perilaku diri sendiri, baik di sekolah maupun di rumah.
Program ini menunjukkan bahwa sekolah berupaya menyeimbangkan kecerdasan akademik dengan pembinaan akhlak.
Sekolah Inklusi dan Ramah Anak Jadi Ruang Belajar Mahasiswa

SD Muhammadiyah 11 Randegan juga dikenal sebagai sekolah yang menerapkan konsep Sekolah Ramah Anak dan pendidikan inklusi.
Sekolah ini menerima siswa dengan beragam kebutuhan serta berusaha memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kondisi setiap anak.
Pendekatan pembelajaran dilakukan secara individual dan kolaboratif agar siswa dapat berkembang sesuai potensi masing-masing.
Bagi mahasiswa PLP I, pengalaman ini menjadi bekal penting untuk memahami bahwa guru sekolah dasar perlu memiliki kepekaan pedagogis, sosial, dan emosional.
Guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menciptakan suasana kelas yang aman, menyenangkan, dan menghargai perbedaan.
Selain kegiatan pembelajaran dan pembiasaan religius, sekolah juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk mendukung potensi non-akademik siswa.
Beberapa kegiatan yang tersedia antara lain renang, Hizbul Wathan, Tapak Suci, tari, lukis, dan berbagai kegiatan lainnya.
Ekstrakurikuler tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, meningkatkan rasa percaya diri, serta belajar bekerja sama dengan teman sebaya.
Melalui PLP I ini, mahasiswa PGSD Umsida mendapatkan pengalaman langsung tentang pentingnya pendidikan yang utuh.
Pembelajaran di sekolah dasar tidak hanya membentuk siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga beriman, beradab, percaya diri, dan mampu berinteraksi secara positif dengan lingkungan.
Kegiatan di SD Muhammadiyah 11 Randegan menjadi contoh nyata bahwa pendidikan dasar dapat menjadi ruang pembentukan karakter sejak dini melalui literasi Al-Qur’an, tahfidz, muhasabah, dan pembelajaran yang ramah bagi semua siswa.
Penulis: Tim PLP 1
Editor: Nabila Wulyandini

















