fpip.umsida.ac.id — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Umsida melaksanakan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan PLP 1 di SD Negeri Tenggulunan Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo pada 13 hingga 18 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program praktik lapangan yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengenal dunia pendidikan dasar, memahami budaya sekolah, serta mengamati peran guru dalam proses pembelajaran.
Sejak awal pelaksanaan, mahasiswa mendapatkan sambutan hangat dari pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga siswa.
Suasana sekolah yang nyaman, tertib, dan bersahabat membantu mahasiswa lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga belajar memahami kehidupan sekolah secara nyata.
PLP 1 menjadi tahap awal yang penting bagi mahasiswa calon pendidik. Mereka dapat melihat langsung bagaimana sekolah mengelola kegiatan harian, membangun interaksi dengan siswa, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif.
Pengalaman ini tidak dapat diperoleh hanya melalui teori di ruang kuliah, karena mahasiswa berhadapan langsung dengan dinamika sekolah dan karakter peserta didik yang beragam.
Kepala SDN Tenggulunan menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa PLP membawa dampak positif bagi kegiatan pembelajaran.
“Mahasiswa PLP sangat membantu dalam menciptakan suasana belajar yang lebih variatif dan interaktif. Siswa juga terlihat lebih antusias saat pembelajaran berlangsung,” ujarnya.
Belajar Mengelola Kelas dan Mendampingi Siswa

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa ditempatkan di berbagai jenjang kelas, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.
Penempatan ini memberikan pengalaman yang beragam karena setiap tingkatan memiliki karakteristik siswa yang berbeda.
Pada kelas rendah, mahasiswa belajar menghadapi siswa yang masih membutuhkan pendekatan menyenangkan, kesabaran, dan perhatian lebih.
Sementara itu, di kelas tinggi, mahasiswa mulai belajar membimbing diskusi, mengarahkan siswa, serta membantu mereka berpikir lebih kritis.
Keterlibatan mahasiswa di dalam kelas menghadirkan suasana baru dalam pembelajaran. Siswa terlihat lebih aktif dan bersemangat ketika mengikuti kegiatan belajar.
Hubungan yang terbangun antara mahasiswa dan siswa juga berlangsung cukup baik, sehingga kelas terasa lebih hidup, nyaman, dan menyenangkan.
Salah satu mahasiswa PLP mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru mengenai kondisi nyata di sekolah.
“Melalui PLP ini, kami jadi lebih memahami kondisi nyata di lapangan, terutama dalam mengelola kelas dan menghadapi karakter siswa yang beragam,” tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami bahwa menjadi guru tidak hanya soal menyampaikan materi.
Guru juga harus mampu membaca situasi kelas, memahami kebutuhan siswa, membangun komunikasi, serta menciptakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi peserta didik.
Menanamkan Disiplin dan Karakter Siswa

Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan pembentukan karakter siswa.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah proses screening sebelum siswa masuk kelas.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa bersama guru melakukan pengecekan kerapian dan kesiapan siswa, mulai dari kebersihan kuku, kerapian jilbab, kondisi rambut, hingga kelengkapan atribut sekolah.
Kegiatan sederhana tersebut memiliki makna penting dalam membiasakan siswa untuk disiplin, rapi, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.
Screening juga menjadi sarana edukasi agar siswa siap mengikuti pembelajaran, bukan hanya secara fisik, tetapi juga dari sisi sikap dan mental.
Mahasiswa juga berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, seperti doa bersama sebelum pembelajaran dimulai dan ketika hendak pulang sekolah.
Selain itu, kegiatan menjaga kebersihan lingkungan dilakukan secara rutin sebagai bentuk pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat.
Di luar jam pelajaran, mahasiswa turut mengamati kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti siswa.
Kegiatan seperti olahraga, seni, kepramukaan, dan keterampilan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat.
Dari sini, mahasiswa memahami bahwa pendidikan dasar tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan sosial, dan potensi diri siswa.
Kegiatan PLP 1 ini berada di bawah bimbingan Bapak Muhlasin Amrullah, S.Ud., M.Pd.I., selaku Dosen Pembimbing Lapangan.
Melalui arahan dan evaluasi yang diberikan, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan tugas secara maksimal selama berada di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan PLP 1 di SDN Tenggulunan menjadi pengalaman bermakna bagi mahasiswa Umsida.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar menjadi calon pendidik yang profesional, kreatif, disiplin, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pendidikan di lapangan.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal awal untuk membentuk guru masa depan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga peduli terhadap karakter dan perkembangan peserta didik.
Penulis: Tim PLP 1
Editor: Nabila Wulyandini















