fpip.umsida.ac.id — Sebanyak tujuh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melaksanakan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan I (PLP I) di TK Islam Al Faqih Pilang.
Kegiatan ini menjadi pengalaman awal bagi mahasiswa untuk mengenal dunia pendidikan anak usia dini secara langsung melalui observasi, wawancara, dan pendampingan kegiatan sekolah.
Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari Ziya’ul Fauz Surya Herlambang, Murtiani Nafingah, Fera Nurhaliza, Putri Az Zahrah Miladiyah Efendi, Julhija Ube, Taajunnisa’ ‘Aliyah Kamila, dan Senja Zakirah Qolbi.
Mereka didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Agus Salim. Selama tujuh hari pelaksanaan, mahasiswa mengamati kultur sekolah, manajemen lembaga, kompetensi pendidik, hingga proses pembelajaran peserta didik.
Kegiatan PLP I ini tidak hanya menjadi tugas akademik, tetapi juga ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk memahami karakteristik anak usia dini.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa melihat bahwa pendidikan anak tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan akademik.
Ada aspek lain yang sangat penting, seperti pembentukan karakter, pembiasaan religius, kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan sosial anak.
“Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa mengajar anak usia dini bukan hanya soal akademik, tapi soal kesabaran dan bagaimana membentuk karakter mereka sejak dini,” ujar Zahrah, salah satu peserta PLP I.
Pembiasaan Religius dan Ekstrakurikuler
Selama observasi, mahasiswa melihat berbagai kegiatan pembiasaan yang diterapkan di TK Islam Al Faqih Pilang.
Setiap pagi, peserta didik disambut guru di depan sekolah dengan ramah. Anak-anak kemudian bersalaman dan salim kepada guru sebelum masuk kelas.
Kebiasaan sederhana ini menjadi bagian dari pendidikan sopan santun dan penghormatan kepada guru sejak usia dini.
Selain itu, anak-anak dibiasakan membaca doa sebelum belajar, makan, dan pulang sekolah.
Pada hari Kamis, sekolah juga melaksanakan kegiatan mengaji bersama dan istighosah.
Kegiatan tersebut dipandu oleh guru melalui pembacaan doa dan dzikir. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan tertib, sementara guru membimbing secara perlahan agar peserta didik memahami bacaan doa serta nilai syukur kepada Allah SWT.
Mahasiswa PG PAUD juga mengamati kegiatan upacara bendera yang dilaksanakan setiap Senin.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air kepada anak sejak dini.
Melalui rutinitas tersebut, mahasiswa memahami bahwa pembentukan karakter di sekolah dilakukan secara konsisten melalui kegiatan harian yang sederhana, tetapi bermakna.
Tidak hanya pembiasaan religius, TK Islam Al Faqih Pilang juga memiliki kegiatan ekstrakurikuler drum band dan angklung.
Drum band dilaksanakan setiap Selasa dan Rabu. Anak-anak belajar memainkan bass drum, snare drum, simbal, dan pianika dengan arahan guru.
Kegiatan ini melatih fokus, keberanian, disiplin, kemampuan musikal, serta kerja sama.
Sementara itu, kegiatan angklung dilaksanakan setiap Sabtu. Anak-anak dikenalkan dengan alat musik tradisional sekaligus dilatih memainkan nada dan irama secara bersama.
Kegiatan ini menjadi media pengenalan budaya sekaligus sarana membangun rasa percaya diri dan kekompakan peserta didik.
Bekal Menjadi Pendidik Profesional
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa melihat guru menggunakan berbagai metode kreatif seperti permainan edukatif, lagu, gerakan, dan praktik sederhana.
Cara ini membuat anak lebih aktif, mudah memahami materi, serta menikmati proses belajar.
Mahasiswa juga melihat pentingnya pengelolaan kelas karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda.
Ketika ada anak yang kurang fokus atau bermain sendiri, guru tidak langsung memarahi.
Guru memberikan pendekatan lembut dan mengarahkan anak kembali mengikuti kegiatan.
Sikap sabar dan penuh perhatian inilah yang menjadi pelajaran penting bagi mahasiswa PG PAUD sebagai calon pendidik.
Mahasiswa juga mencatat bahwa guru sering memberikan apresiasi sederhana, seperti pujian dan tepuk semangat.
Hal ini terbukti membantu meningkatkan rasa percaya diri anak saat belajar maupun berinteraksi dengan teman.
“Kami melihat guru memberikan apresiasi sederhana seperti pujian dan tepuk semangat yang ternyata sangat efektif meningkatkan kepercayaan diri anak,” tambah Murtiani.
Selain kegiatan pembelajaran harian, mahasiswa juga mengamati persiapan perpisahan peserta didik TK B. Anak-anak berlatih menyanyi sebelum pulang sekolah dengan antusias.
Dari kegiatan tersebut, mahasiswa memahami bahwa seni, bermain, dan latihan bersama dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan kognitif, motorik, sosial, dan emosional anak.
Kegiatan PLP I di TK Islam Al Faqih Pilang memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa PG PAUD Umsida.
Melalui observasi langsung, mereka tidak hanya memahami proses pembelajaran di kelas, tetapi juga melihat bagaimana guru membimbing, mendidik, dan memberi teladan kepada peserta didik.
Pengalaman ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebagai pendidik anak usia dini yang profesional, kreatif, sabar, dan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Artikel disusun berdasarkan data kegiatan yang diberikan.
Penulis: Tim PLP 1
Editor: Nabila Wulyandini




















