fpip.umsida.ac.id — Kegiatan Halalbihalal yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Acara ini menjadi ruang temu yang tidak hanya mempertemukan pengurus, anggota, dan alumni, tetapi juga memperkuat kembali ikatan kekeluargaan setelah perayaan Idulfitri.
Dalam suasana yang akrab, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sarat makna, mulai dari sambutan, doa bersama, ramah tamah, hingga sesi hiburan yang semakin mencairkan suasana.
Sambutan Hangat Tegaskan Makna Kebersamaan
Sejak awal acara, nuansa kekeluargaan sudah terasa melalui sambutan dari ketua pelaksana dan Ketua HIMA PGSD.
Sambutan tersebut menjadi penegas bahwa Halalbihalal bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi momentum penting untuk mempererat hubungan di dalam organisasi.
Ketua pelaksana, Deisyah, menekankan bahwa kegiatan ini digelar untuk menguatkan rasa kebersamaan antaranggota HIMA PGSD.
Menurutnya, organisasi tidak cukup hanya berjalan melalui program kerja dan rapat formal, tetapi juga membutuhkan ruang kebersamaan yang mampu menumbuhkan rasa memiliki.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa “acara ini untuk lebih mempererat dan peran kita dalam satu keluarga di HIMA PGSD.”
Pernyataan itu menggambarkan bahwa Halalbihalal diposisikan sebagai wadah untuk merawat hubungan antarmahasiswa agar tetap harmonis di tengah padatnya aktivitas akademik dan organisasi.
Deisyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir.
Ia mengucapkan, “terima kasih atas kehadirannya dalam acara halal bihalal,” sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi semua pihak yang telah meluangkan waktu mengikuti kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua HIMA PGSD, Tiwi, juga menyampaikan harapannya agar kegiatan itu benar-benar memberikan dampak positif terhadap hubungan antaranggota.
Ia menuturkan, “semoga acara ini dapat mempererat tali silaturahmi kita.” Tidak berhenti di situ, Tiwi juga menegaskan harapannya terhadap masa depan organisasi. “Solidaritas kita semakin erat dan semoga ke depannya HIMA PGSD semakin solid,” ujarnya.
Sambutan dari kedua mahasiswa tersebut menjadi pembuka yang hangat sekaligus memperjelas tujuan utama kegiatan.
Halalbihalal tidak hanya dipandang sebagai tradisi setelah Idulfitri, tetapi juga menjadi sarana membangun kekuatan internal organisasi melalui komunikasi yang lebih dekat dan suasana yang lebih cair.
Ramah Tamah Jadi Ruang Saling Memaafkan
Acara yang dihadiri mahasiswa, jajaran pengurus, dan beberapa alumni HIMA PGSD ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.
Setelah sesi sambutan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama.
Momen ini menjadi awal yang khidmat sebelum seluruh peserta memasuki inti acara, yakni ramah tamah dan saling bersalaman.
Sesi saling bersalaman menjadi simbol penting dalam Halalbihalal. Lebih dari sekadar tradisi, momen ini dimaknai sebagai wujud saling memaafkan dan membersihkan hati setelah bulan Ramadan.
Suasana hangat terasa saat peserta saling menyapa, berbincang, dan bertukar cerita.
Interaksi tersebut menghadirkan kedekatan emosional yang mungkin sempat merenggang akibat rutinitas kuliah, organisasi, maupun kesibukan pribadi masing-masing.
Bagi HIMA PGSD, kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting.
Sebab, organisasi mahasiswa tidak hanya dibangun oleh struktur kepengurusan dan program kerja, melainkan juga oleh kualitas hubungan antarindividu di dalamnya.
Ketika komunikasi berjalan baik dan rasa saling memiliki tumbuh, maka kekompakan organisasi akan lebih mudah terwujud.
Kehadiran alumni juga memberi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Bukan hanya memperluas suasana kekeluargaan, kehadiran mereka menunjukkan bahwa ikatan di HIMA PGSD tidak berhenti setelah masa kepengurusan selesai.
Hal ini menandakan bahwa organisasi berhasil membangun hubungan yang berkelanjutan, bukan sekadar relasi sesaat selama aktif di kampus.
Momentum Halalbihalal pun menjadi pengingat bahwa menjaga silaturahmi adalah bagian penting dari kehidupan berorganisasi.
Dari kegiatan sederhana seperti duduk bersama, saling menyapa, hingga berbagi cerita, terbangun fondasi solidaritas yang lebih kuat.
Di sinilah HIMA PGSD menunjukkan perannya sebagai rumah bersama bagi mahasiswa yang saling mendukung dan bertumbuh.
Nonton Bersama Perkuat Kedekatan Antaranggota
Selain sesi formal, panitia juga menghadirkan kegiatan nonton film bersama sebagai bagian dari upaya mempererat kebersamaan.
Sesi ini menjadi salah satu momen yang paling dinanti peserta karena menghadirkan suasana santai dan menyenangkan setelah rangkaian acara inti.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat cukup tinggi.
Mereka menikmati suasana kebersamaan dengan lebih rileks, saling berbagi reaksi, tertawa bersama, serta mendiskusikan isi film secara ringan.
Dari situ, interaksi antarpeserta menjadi lebih cair tanpa dibatasi formalitas yang biasanya melekat dalam kegiatan organisasi.
Kehangatan suasana semakin terasa ketika peserta terlibat dalam diskusi santai dan hiburan ringan lain yang telah disiapkan panitia.
Momen-momen sederhana seperti inilah yang justru memperkuat kedekatan emosional. Tidak ada jarak antara pengurus, anggota, maupun alumni.
Semua larut dalam suasana yang menunjukkan bahwa HIMA PGSD bukan hanya organisasi formal, tetapi juga keluarga yang saling menguatkan.
Melalui kegiatan Halalbihalal ini, nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan solidaritas diharapkan terus tumbuh di lingkungan HIMA PGSD.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi sekaligus menumbuhkan semangat kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.
Terselenggaranya acara tersebut menunjukkan komitmen HIMA PGSD dalam membangun lingkungan organisasi yang harmonis, sehat, dan solid.
Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kekompakan serta merawat hubungan baik antaranggota.
Semangat “HIMA PGSD Umsida, solidaritas tanpa batas” pun terasa nyata dalam seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan itu.
Penulis: Zakhfa
Editor: Nabila Wulyandini


















