fpip.umsida.ac.id — Sebanyak 14 siswa mengikuti kegiatan mewarnai bersama yang diselenggarakan di Balai Desa Sukorejo pada Jumat, 23 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu aktivitas edukatif yang dirancang untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam menyalurkan kreativitas melalui warna, gambar, dan imajinasi.
Sejak kegiatan dimulai, para siswa tampak antusias mengikuti arahan dari mahasiswa pendamping.
Mereka duduk dengan rapi, memilih warna yang disukai, lalu mulai mewarnai gambar yang telah disediakan.
Suasana balai desa terasa hidup dengan percakapan ringan, tawa anak-anak, serta semangat mereka dalam menyelesaikan karya masing-masing.
Kegiatan mewarnai bersama ini tidak hanya menjadi hiburan bagi siswa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sederhana yang dekat dengan dunia anak.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk belajar sabar, teliti, fokus, dan percaya diri dalam menyelesaikan tugas.
“Siswa terlihat sangat senang mengikuti kegiatan ini. Mereka bebas memilih warna sesuai imajinasi masing-masing, sehingga hasilnya sangat beragam dan menunjukkan karakter anak-anak,” ujar Enggar, salah satu mahasiswa pendamping.
Antusiasme siswa terlihat dari cara mereka memperhatikan gambar, berdiskusi kecil dengan teman di sebelahnya, hingga menunjukkan hasil karya kepada pendamping.
Beberapa siswa memilih warna cerah, sementara yang lain mencoba memadukan beberapa warna agar gambar terlihat lebih menarik.
Mahasiswa Dampingi Proses Mewarnai
Ilustrasi: Pexels
Kegiatan ini didampingi oleh empat mahasiswa, yaitu Enggar, Cantika, Hildha, dan Rika.
Mereka berperan membantu jalannya kegiatan agar siswa dapat mengikuti proses mewarnai dengan nyaman dan terarah.
Pendampingan dilakukan secara sederhana, mulai dari membagikan gambar, membantu memilih alat warna, hingga memberi motivasi kepada siswa yang masih ragu dalam menentukan warna.
Para mahasiswa tidak membatasi pilihan warna siswa. Sebaliknya, mereka memberikan kebebasan agar anak-anak dapat mengekspresikan ide sesuai imajinasi masing-masing.
Pendekatan ini membuat siswa merasa lebih percaya diri dan tidak takut salah ketika mewarnai.
Menurut Cantika, kegiatan seperti ini penting karena anak-anak membutuhkan ruang untuk berekspresi.
Mewarnai dapat menjadi aktivitas yang sederhana, tetapi memiliki manfaat besar bagi perkembangan kreativitas anak.
“Kami tidak menuntut hasil yang harus sama atau sempurna. Yang paling penting, anak-anak berani mencoba, menikmati prosesnya, dan merasa bangga dengan karya yang mereka buat,” ungkap Cantika.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa pendamping juga mengajak siswa untuk tetap menjaga kerapian, menggunakan warna dengan baik, dan menyelesaikan gambar sampai tuntas.
Hal ini secara tidak langsung melatih tanggung jawab anak dalam mengerjakan sesuatu.
Hildha menambahkan bahwa setiap anak memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan dirinya.
Ada siswa yang mewarnai dengan cepat, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama karena ingin hasilnya rapi. Perbedaan tersebut justru menjadi bagian menarik dari kegiatan mewarnai bersama.
Melatih Kreativitas dan Kepercayaan Diri

Ilustrasi: Pexels
Kegiatan mewarnai bersama di Balai Desa Sukorejo diselenggarakan sebagai wadah kreativitas sekaligus edukasi bagi anak-anak.
Mewarnai dipilih karena aktivitas ini mudah dilakukan, menyenangkan, dan sesuai dengan dunia anak.
Selain itu, mewarnai juga dapat membantu melatih konsentrasi, ketelitian, koordinasi tangan dan mata, serta kemampuan anak dalam mengenal warna.
Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa setiap karya memiliki nilai. Tidak ada gambar yang benar-benar salah selama anak mampu menyelesaikannya dengan usaha sendiri.
Pemahaman seperti ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri sejak dini.
Rika menyampaikan bahwa kegiatan mewarnai juga dapat menjadi cara sederhana untuk membangun keberanian anak dalam menunjukkan hasil karyanya kepada orang lain.
“Ketika anak-anak berani memperlihatkan hasil mewarnainya, itu sudah menjadi bentuk kepercayaan diri. Mereka belajar menghargai karya sendiri dan juga menghargai karya teman-temannya,” jelas Rika.
Kegiatan ini juga memberi pengalaman sosial bagi siswa. Mereka tidak hanya mewarnai secara individu, tetapi juga belajar berinteraksi dengan teman sebaya dan pendamping.
Suasana kebersamaan membuat kegiatan berlangsung lebih menyenangkan dan tidak terasa seperti tugas yang membebani.
Melalui kegiatan mewarnai bersama ini, diharapkan anak-anak Desa Sukorejo dapat terus mengembangkan bakat dan kreativitas melalui aktivitas positif di lingkungan masyarakat.
Kegiatan sederhana seperti ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun ruang tumbuh yang ramah, menyenangkan, dan mendukung perkembangan anak.


















