pertimbangan

TKA Jadi Pertimbangan Masuk PTN Pakar Umsida Minta Publik Tenang

fpip.umsida.ac.id — Kebijakan pemerintah yang menjadikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu bahan pertimbangan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) kembali menjadi perbincangan publik.

Sebagian masyarakat menilai kebijakan ini berpotensi membatasi akses siswa ke pendidikan tinggi, terutama jika TKA dipahami sebagai syarat utama seleksi.

Menanggapi hal itu, pakar pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Dr Septi Budi Sartika, M.Pd menegaskan bahwa TKA tidak bersifat mutlak.

Menurutnya, TKA lebih tepat dipahami sebagai bahan pertimbangan pada salah satu jalur seleksi, bukan penentu tunggal masa depan pendidikan siswa.

“Sebetulnya TKA itu bukan menjadi syarat utama masuk PTN. Lebih tepatnya sebagai bahan pertimbangan, bukan penentu. Ini yang perlu ditekankan ke publik,” jelasnya.

Dr Septi menilai polemik muncul karena kurangnya edukasi publik terkait ragam jalur seleksi masuk perguruan tinggi, sehingga masyarakat mudah menyimpulkan secara keliru seolah-olah nilai TKA menentukan diterima atau tidaknya seorang siswa.

Alat Pemetaan Kemampuan Akademik dan Refleksi Diri

Dr Septi menjelaskan, TKA pada dasarnya terintegrasi dengan mata pelajaran yang dipelajari siswa di jenjang pendidikan menengah, seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Karena itu, TKA dapat menjadi sarana pemetaan kemampuan akademik siswa sekaligus refleksi sebelum menentukan pilihan studi.

“TKA itu penting untuk mengetahui kemampuan akademik siswa. Dari situ, siswa bisa melihat bakat dan minatnya, serta memahami kecenderungan akademiknya,” ujarnya.

Meski begitu, ia menekankan bahwa kemampuan akademik tidak bisa diposisikan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

“TKA tidak bisa dibandingkan langsung dengan prestasi lain, karena fungsinya berbeda. Prestasi non-akademik juga tetap penting dan punya jalurnya masing-masing,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan jalur masuk perguruan tinggi beragam, mulai dari SNBP, SNBT, hingga jalur mandiri yang diselenggarakan tiap kampus.

Karena itu, ada atau tidaknya nilai TKA tidak otomatis menutup peluang siswa melanjutkan pendidikan.

Dorong Edukasi Publik dan Pemerataan Pendidikan

pertimbangan

Dr Septi sepakat dengan pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bahwa TKA tidak dimaksudkan membatasi akses siswa ke pendidikan tinggi.

Ia menilai kekhawatiran masyarakat juga dipengaruhi anggapan bahwa PTN adalah satu-satunya pilihan berkualitas.

“Padahal perguruan tinggi itu tidak hanya PTN. Banyak perguruan tinggi swasta yang akreditasinya sangat baik dan bahkan unggul,” ujarnya.

Ia menegaskan, kualitas perguruan tinggi semestinya dilihat dari keunggulan institusi dan mutu lulusan, bukan semata status negeri atau swasta.

Selain itu, PTS dinilai memberi fleksibilitas lebih luas, termasuk kesempatan kuliah sambil bekerja yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Terkait pemerataan pendidikan, Dr Septi memandang TKA dapat dipakai sebagai alat evaluasi standar pendidikan nasional untuk melihat capaian akademik siswa di berbagai daerah.

Namun, ia mengingatkan agar TKA tidak dijadikan alat pelabelan kualitas sekolah atau stigma terhadap siswa.

“Yang perlu ditepis adalah anggapan bahwa TKA menentukan masuk atau tidaknya ke perguruan tinggi. Itu tidak benar,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah dan institusi pendidikan lebih aktif mengedukasi masyarakat agar siswa tidak merasa masa depannya ditentukan oleh satu tes, karena pada akhirnya dunia kerja menilai kompetensi, pengalaman, dan kemampuan individu.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

sekolah
Sekolah Muhammadiyah Diserbu Orang Tua Hingga Sistem Inden
February 17, 2026By
Writing Camp
Sinergi FPIP Umsida dan GBL Sidoarjo Gelar Writing Camp Literasi
February 16, 2026By
Workshop: Digital Guru SD Melalui Media Pembelajaran Berbasis AI
February 14, 2026By
PK IMM Ar-Razi Melakukan Rapat Kerja 2026
February 13, 2026By
Fanny Sabillah
Fanny Sabillah Huda Raih 8 Penghargaan dalam 2,5 Bulan
February 12, 2026By
Popstar Competition
ACTION Umsida Sukses Gelar Popstar Competition 2026
February 11, 2026By
PPG Umsida Perkuat Validasi Data Mahasiswa PD Dikti
February 10, 2026By
Mobile Legends
BEM FPIP Umsida Gelar Lomba Mobile Legends Wadah E Sport Mahasiswa
February 9, 2026By

Prestasi

Fanny Sabillah
Fanny Sabillah Huda Raih 8 Penghargaan dalam 2,5 Bulan
February 12, 2026By
Mahasiswi Psikologi Raih Medali Perak Ju-Jitsu Open Piala KONI Mojokerto
February 5, 2026By
Medali Perunggu
Nata Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Ju-Jitsu Piala Koni Mojokerto 2026
January 30, 2026By
Mahasiswa Baru
Mahasiswa Baru Umsida Raih Juara 2 Medali Perak di Kejuaraan Ju-Jitsu Mojokerto
January 29, 2026By
Medali perak
Jehan Aldama Raih Medali Perak Ju-Jitsu Open Piala Koni
January 24, 2026By

Riset dan Inovasi

Psikologi Al-Fatihah
Pelatihan Psikologi Al-Fatihah oleh Tim Dosen Psikologi Umsida, Tingkatkan Layanan Guru BK SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo
August 20, 2025By
buku
Dosen PG Paud Ciptakan Buku Ajar, Musik Mampu Tingkatkan Kecerdasan Anak Usia Dini
February 5, 2025By
literasi
Wisata Literasi Virtual Reality (VR) Ramah Difabel Hadir sebagai Inovasi dari PTI Umsida
January 7, 2025By