fpip.umsida.ac.id — Reaksi FPIP (Journalism and Content Creator) Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) sukses menyelenggarakan rangkaian workshop bertajuk Journalism Knowledge Session pada 5, 12, dan 13 Februari 2026 di Laboratorium Multimedia Kampus 3 Umsida.
Kegiatan ini menjadi wadah penguatan wawasan digital sekaligus peningkatan keterampilan mahasiswa dalam bidang jurnalistik dan pembuatan konten kreatif.
Antusiasme Mahasiswa dalam Knowledge Session
Workshop dibuka pada 5 Februari 2026 dengan materi pengenalan jurnalistik dasar yang diisi oleh Romadhoa S. yang membahas cara mencari ide berita relevan untuk media kampus.
Peserta diajak memahami teknik observasi sederhana, wawancara ringan, hingga menentukan sudut pandang berita agar tulisan lebih fokus dan informatif.
Tidak hanya teori, pemateri juga menjelaskan pentingnya pemilihan foto yang sesuai untuk melengkapi artikel jurnal agar lebih menarik dan komunikatif.
Suasana sesi berlangsung interaktif. Mahasiswa terlihat antusias mengikuti pemaparan materi serta aktif mengajukan pertanyaan.
Pada sesi praktik, peserta mencoba menyusun berita sederhana berdasarkan studi kasus yang diberikan.
Mereka dilatih membuat judul yang menarik, menyusun lead yang kuat, serta menata alur berita agar mudah dipahami pembaca.
Diskusi kelompok menjadi momen penting untuk saling berbagi ide dan pengalaman, sehingga proses belajar terasa menyenangkan dan kolaboratif.
Strategi Konten dan Tantangan Kreativitas
Memasuki sesi kedua pada 12 Februari 2026, fokus materi beralih pada pengelolaan media sosial organisasi yang dipandu oleh Aliffia Puspita Sari.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai tujuan akun media sosial ormawa di bawah naungan dan ortom FPIP, termasuk empat pilar utama konten, yakni informasi, edukasi, hiburan, dan branding.
Materi ini memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana sebuah organisasi dapat membangun citra positif sekaligus menyampaikan pesan yang efektif kepada audiens.
Selain itu, peserta dikenalkan pada strategi membuat ide konten yang konsisten dan menarik.
Salah satu konsep yang diperkenalkan adalah “1 kegiatan = 10 konten”, di mana satu acara dapat diolah menjadi berbagai bentuk publikasi kreatif, mulai dari unggahan foto, video singkat, behind the scene, hingga kutipan inspiratif.
Pendekatan ini diharapkan mampu memaksimalkan potensi setiap kegiatan organisasi agar memiliki dampak publikasi yang lebih luas.
Pada sesi lanjutan, peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan diberikan tantangan untuk merancang konsep konten secara kolaboratif.
Setiap kelompok menyusun konsep, menentukan hook, memilih format video atau desain, hingga membuat rencana eksekusi sederhana.
Hasil diskusi kemudian dipresentasikan di hadapan peserta lain untuk memperoleh masukan dari pemateri maupun rekan mahasiswa.
Tantangan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga memperkuat kemampuan kerja sama tim dan komunikasi efektif.
Praktik Fotografi hingga Harapan Ke Depan
Sesi ketiga yang dilaksanakan pada 13 Februari 2026 difokuskan pada praktik fotografi dan videografi jurnalistik yang dibawakan oleh M. Arifudin Hafidz.
Peserta mempelajari teknik pengambilan gambar dari berbagai sudut, pengaturan pencahayaan dan exposure, serta pemilihan momen yang tepat agar foto mampu mendukung isi berita secara optimal.
Pemateri juga memberikan contoh pengambilan video singkat untuk kebutuhan dokumentasi dan publikasi media sosial organisasi.
Dalam praktiknya, mahasiswa secara langsung membuat dokumentasi singkat dari aktivitas di sekitar lokasi workshop.
Hasil karya kemudian dievaluasi berdasarkan komposisi, kerapian visual, serta kesesuaian dengan kebutuhan publikasi.
Pendampingan langsung dari pemateri membantu peserta memahami kesalahan teknis sekaligus meningkatkan kualitas karya mereka.
Melalui sesi ini, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan dokumentasi yang lebih profesional dan siap digunakan dalam laporan kegiatan maupun media sosial organisasi.
Ketua Pelaksana, Nia, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan bekal konkret kepada mahasiswa agar mampu mengelola media organisasi secara lebih terarah dan kreatif.
Sementara itu, Ketua Reaksi FPIP, Atta, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas tim media di lingkungan FPIP Umsida.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap tidak hanya menyediakan wadah bagi media ormawa di bawah naungan maupun ortom FPIP, tetapi juga menjadi sarana bagi teman-teman media untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya serta mengimplementasikannya secara nyata,” ujar Nia.
Dengan terselenggaranya rangkaian workshop ini, Reaksi FPIP Umsida membuktikan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di era digital.
Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak mahasiswa agar budaya literasi, jurnalistik, dan kreativitas konten semakin berkembang di lingkungan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, khususnya di Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan.
Penulis: Nabila Wulyandini

















