fpip.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Ipa Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Memperkuat kolaborasi akademik dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui penerapan SCEL Research (Scientific Creativity Eco-Religious Learning) dalam kegiatan perkuliahan.
Penelitian ini menghadirkan model pembelajaran inovatif yang memadukan kreativitas ilmiah dengan nilai-nilai eco-religius, sekaligus menguji relevansinya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di perguruan tinggi.
Dengan melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proses analisis masalah dan pengembangan proyek, kegiatan ini menegaskan komitmen Umsida dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, berkarakter, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Penerapan SCEL Research dalam Perkuliahan Mahasiswa IPA

Program Studi Pendidikan IPA Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menjadi salah satu mitra dalam kegiatan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Program Doktor (S3) Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Penelitian tersebut mengangkat penerapan SCEL Research (Scientific Creativity Eco-Religious Learning) yang diintegrasikan secara langsung dalam rangkaian perkuliahan mahasiswa IPA.
Salah satu peserta kegiatan, Rani, mahasiswa IPA UMSIDA, menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada penerapan model pembelajaran yang mendorong kreativitas ilmiah mahasiswa dengan tetap memperhatikan nilai-nilai lingkungan dan religius.
Penelitian dilakukan sebagai bagian dari proses perkuliahan sehingga tidak terpisah dari aktivitas akademik yang biasa dijalani mahasiswa.
“Kegiatan penelitian ini terkait penerapan SCEL Research yang dilakukan oleh mahasiswa S3 UNESA. Jadi kami sebagai mahasiswa IPA mengikuti perkuliahan yang sekaligus dijadikan bagian dari penelitian,” ungkap Rani.
Penelitian ini melibatkan mahasiswa IPA UMSIDA semester 5 dan 7 sebagai subjek penelitian.
Kehadiran mahasiswa dalam penelitian tidak hanya sebagai responden, tetapi juga sebagai pelaku aktif dalam proses pembelajaran yang dirancang oleh peneliti.
Hal ini menjadi pengalaman akademik yang bermakna karena mahasiswa dapat merasakan langsung penerapan model pembelajaran inovatif dalam kelas.
Pelaksanaan Penelitian dan Keterlibatan Aktif Mahasiswa
Penelitian SCEL Research ini mulai dilaksanakan pada 22 Desember 2026 dan berlangsung selama kurang lebih dua minggu mengikuti jadwal perkuliahan yang telah ditentukan.
Seluruh rangkaian kegiatan penelitian dilaksanakan secara luring di kampus UMSIDA, tepatnya di Ruang 309, tanpa adanya sesi daring.
Menurut Rani, mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan pembelajaran.
Proses perkuliahan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga menekankan pada kemampuan mahasiswa dalam menganalisis permasalahan nyata di lingkungan sekitar.
“Mahasiswa dilibatkan secara langsung, mulai dari diskusi kelompok untuk menganalisis permasalahan yang ada, menentukan proyek sebagai solusi dari masalah tersebut, sampai ke tahap pembuatan proyeknya,” ungkapnya.
Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan solutif.
Mahasiswa dituntut untuk mampu mengaitkan konsep IPA dengan isu lingkungan dan nilai eco-religius, sehingga pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga aplikatif.
Meskipun demikian, Rani menilai bahwa secara umum alur perkuliahan tidak jauh berbeda dengan perkuliahan biasanya, hanya saja lebih terarah pada pemecahan masalah dan pengembangan inovasi proyek.
Dampak Pembelajaran dan Harapan Mahasiswa ke Depan
Penerapan SCEL Research dinilai memberikan dampak positif bagi mahasiswa IPA UMSIDA.
Rani mengungkapkan bahwa kegiatan ini terasa menyenangkan, meskipun terdapat tantangan dalam menentukan ide proyek yang tepat sesuai dengan permasalahan yang dianalisis.
“Rasanya sangat menyenangkan, tapi juga ada tantangan tersendiri terutama saat menentukan ide proyek,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa menjadi lebih peka terhadap permasalahan lingkungan yang muncul akibat aktivitas masyarakat.
Proses analisis masalah yang dilakukan dalam perkuliahan membuat mahasiswa menyadari bahwa banyak kebiasaan sehari-hari yang dapat memicu kerusakan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
“Saya jadi lebih sadar bahwa kegiatan yang dilakukan masyarakat bisa memicu permasalahan lingkungan.
Dari situ kita belajar bagaimana mengurangi dampaknya agar lingkungan tetap terjaga,” tambah Rani.
Integrasi nilai eco-religius dalam pembelajaran IPA juga dianggap penting karena mampu membangun kesadaran moral dan tanggung jawab mahasiswa terhadap lingkungan.
Pembelajaran tidak hanya mengajarkan konsep sains, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian dan etika dalam menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia.
Rani berharap penelitian dan penerapan model pembelajaran seperti SCEL Research dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan di masa mendatang.
Menurutnya, model ini relevan untuk membentuk mahasiswa IPA yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, lingkungan, dan spiritual.
Dengan adanya kolaborasi antara UNESA dan UMSIDA melalui kegiatan penelitian ini, diharapkan inovasi pembelajaran IPA berbasis kreativitas ilmiah dan eco-religius dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak calon pendidik sains yang berkarakter.
Penulis: ami abdi
Editor: Nabila Wulyandini













