fpip.umsida.ac.id — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Al Khawarizmi Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kajian keislaman bertema Adab Sebelum Ilmu pada 5 Maret 2026 yang bertempat di mini teater kampus 1.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman keislaman mahasiswa sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kesibukan akademik yang mereka jalani.
Kajian ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa agar tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga menempatkan adab sebagai dasar utama dalam proses belajar.
Salah satu peserta, Mahesa, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan mahasiswa.
“Kajian ini sangat penting bagi kami sebagai mahasiswa, karena adab adalah fondasi utama dalam menuntut ilmu,” ujarnya.
Pentingnya Adab dalam Menuntut Ilmu
Dalam kajian tersebut, narasumber Ustadz Burhanuddin, S.Th.I., M.Pd., menjelaskan bahwa adab merupakan fondasi utama dalam menuntut ilmu.
Menurutnya, ilmu yang dipelajari tidak akan memberi manfaat secara maksimal tanpa disertai sikap dan akhlak yang baik.
“Adab adalah kunci untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan membawa keberkahan,” tuturnya.
Tema ini dipilih karena adanya kecenderungan menurunnya nilai adab dalam dunia pendidikan.
Karena itu, mahasiswa perlu kembali menempatkan adab sebagai dasar dalam setiap proses pencarian ilmu.
Materi yang disampaikan mencakup pentingnya adab dalam menuntut ilmu, contoh adab seorang penuntut ilmu terhadap guru dan sesama, serta cara menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Respons Peserta dan Harapan Kegiatan
Peserta menunjukkan antusiasme yang baik selama kegiatan berlangsung. Hal itu terlihat dari keseriusan mereka saat menyimak materi serta keaktifan dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Dari pembahasan yang berkembang, muncul kesadaran bersama bahwa adab harus menjadi bagian penting dalam pendidikan.
Selain itu, peserta juga menilai bahwa budaya saling menghormati antara mahasiswa dan dosen perlu terus dibangun.
Mahesa mengaku tersentuh dengan isi kajian tersebut. “Saya sangat terharu dengan kajian ini, karena saya sadar bahwa adab sangat penting dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kajian ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Meski tidak ada tindak lanjut khusus setelah kegiatan, materi yang telah disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, kajian ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran mahasiswa agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.
Penulis: Nabila Wulyandini


















