fpip.umsida.ac.id — Kegiatan Evaluasi Akhir Semester pada mata kuliah Pembelajaran Seni Rupa dan Prakarya di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang diampu oleh Dr Tri Linggo Wati MPd selalu diakhiri dengan pameran karya mahasiswa dari seluruh kelas.
Pada semester ganjil tahun akademik 2025-2026, kegiatan pameran kembali digelar dengan menampilkan 138 lukisan.
Pameran ini diselenggarakan di koridor Gedung GKB 7 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 15 Januari 2026.
Kegiatan pameran ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk memamerkan hasil karya mereka yang telah dipelajari selama perkuliahan, sekaligus sebagai bentuk evaluasi atas keterampilan seni yang telah mereka pelajari.
Dr Tri Linggo Wati MPd sebagai pengampu mata kuliah, mengungkapkan bahwa pameran ini merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap hasil karya mahasiswa yang telah mempersiapkan karya mereka dengan penuh usaha dan kreativitas.
“Ini adalah momen yang penting untuk melihat sejauh mana mahasiswa dapat mengembangkan kreativitasnya dalam seni rupa. Pameran ini bukan hanya sebagai evaluasi, tetapi juga sebagai apresiasi terhadap karya mereka,” ujar Dr. Tri dalam sambutannya.
Kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk menilai kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga untuk memberi ruang bagi mereka dalam menunjukkan sisi kreatifitas yang telah mereka kuasai.
Apresiasi terhadap Karya Mahasiswa
Salah satu bentuk apresiasi yang diberikan oleh dosen FPIP Umsida adalah dengan membeli salah satu karya mahasiswa PGSD.
Lukisan karya Bryan, seorang mahasiswa PGSD, berhasil menarik perhatian dan memikat hati Bu Fitria Eka Wulandar, M.Pd., dosen Prodi IPA.
Bu Fitria, yang melihat potensi besar dalam karya Bryan, memutuskan untuk membeli lukisan tersebut sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap hasil karya mahasiswa.
“Lukisan ini sangat memikat, dan saya rasa ini adalah bentuk apresiasi yang pantas diberikan kepada Bryan. Semoga ini bisa memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya,” kata Bu Fitria setelah membeli karya tersebut.
Lihat Juga: Dosen Umsida Dorong Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pendidikan Magister
Apresiasi ini bukan hanya sekadar pembelian lukisan, tetapi juga menjadi dorongan agar mahasiswa terus berkarya di luar ruang kelas.
Dengan adanya apresiasi, mahasiswa merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk melanjutkan aktivitas seni mereka.
“Saya merasa senang dan bangga bisa melihat karya saya dihargai. Ini bukan hanya momen besar untuk saya, tetapi juga sebagai dorongan untuk terus berkarya lebih baik lagi,” ujar Bryan, yang merasa terharu atas apresiasi tersebut.
Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa di Masa Depan
Apresiasi terhadap karya mahasiswa ini diharapkan tidak hanya mendorong mereka untuk aktif berkarya selama mata kuliah, tetapi juga memberi motivasi bagi mereka untuk terus berkarya setelah perkuliahan selesai.
Dosen-dosen di FPIP Umsida berharap, dengan adanya apresiasi seperti ini, mahasiswa dapat terus mengasah keterampilan seni mereka di luar perkuliahan.
Dengan berkembangnya kompetensi mereka dalam berkarya, mahasiswa diharapkan dapat membawa kreativitas ini ke dalam dunia pendidikan saat mereka menjadi pendidik.
“Apresiasi ini sangat penting, tidak hanya untuk menghargai karya mereka, tetapi juga untuk memotivasi mereka agar terus tumbuh dalam kreativitas. Semoga mahasiswa PGSD semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi mereka lebih jauh lagi,” ungkap Dr. Tri.
Dengan kompetensi yang semakin berkembang, mahasiswa akan lebih siap dalam menjalani profesi sebagai pendidik dan mampu menanamkan semangat berkarya kepada peserta didik mereka di masa depan.
Editor: Nabila Wulyandini















