Resiliensi Emosional

Keikutsertaan Dosen FPIP di Seminar Resiliensi Emosional UMS

fpip.umsida.ac.id — Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) turut ambil bagian dalam kegiatan Seminar Nasional Magister Pendidikan Dasar yang diselenggarakan di Auditorium Mohamad Djazman, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Senin 30 Maret 2026.

Seminar ini mengusung tema “Membangun Ruang Aman Self Healing Menghadapi Tantangan Resiliensi Emosional” dengan menghadirkan narasumber utama dr. Aisah Dahlan, CM.MLP., CCHT., CI.

Perjalanan Pagi Menuju Forum Ilmiah Nasional

Resiliensi Emosional

Rombongan dari FPIP Umsida yang terdiri dari Kaprodi Pendidikan Dasar Enik Setiyawati, M.Pd., Dekan FPIP Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd., serta dosen Dr. Dian Rahma Santoso, M.Pd. dan Dr. Andi Mardiana Paduppai, M.Pd. berangkat sejak pukul 04.00 WIB dari Kampus 3 Umsida.

Perjalanan pagi tersebut ditempuh demi mengikuti rangkaian seminar yang dimulai sejak pagi hari.

Sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan tiba di lokasi kegiatan dan langsung bersiap mengikuti acara.

Suasana auditorium sudah dipenuhi peserta dari berbagai perguruan tinggi, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu kesehatan mental dan pendidikan dasar.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang memberikan nuansa khidmat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah.

Sambutan dari Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara emosional.

Moderator, Bu Lilik, kemudian membuka sesi seminar secara resmi.

Dalam pengantarnya, ia menyampaikan bahwa tema self healing dan resiliensi emosional sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama bagi pendidik dan calon guru.

Pemaparan Neurosains dan Self Healing

Resiliensi Emosional

Dalam sesi utama, dr. Aisah Dahlan membuka materinya dengan latar belakang keilmuan sebagai lulusan kedokteran dari Universitas Gadjah Mada.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan pesat neurosains saat ini tidak terlepas dari ditemukannya alat-alat pemindai otak yang sangat canggih.

Hal ini memungkinkan para ilmuwan memahami cara kerja otak manusia secara lebih mendalam.

Ia menyampaikan bahwa manusia memiliki sekitar 100 miliar sel otak, di mana satu sel dapat diibaratkan seperti satu komputer tercanggih pada masanya.

“Otak kita menyimpan data dan informasi yang luar biasa banyak. Cara kita memasukkan informasi akan memengaruhi cara berpikir dan merespons emosi,” jelasnya.

Konsep self healing menjadi fokus utama dalam seminar ini.

Self healing dijelaskan sebagai proses penyembuhan diri tanpa bantuan orang lain, terutama dalam menghadapi luka batin yang memengaruhi kondisi emosional seseorang.

“Self healing bukan berarti kita menutup diri, tetapi bagaimana kita mampu mengenali dan mengelola emosi kita sendiri,” ujar dr. Aisah.

Ia juga menekankan bahwa manusia dipandu oleh dua hal utama, yaitu akal dan qalbu.

Dalam Al-Qur’an, kata qalbu dan turunannya sering disebut sebagai pusat kendali perasaan dan spiritualitas manusia.

Hal ini menunjukkan pentingnya keseimbangan antara logika dan hati dalam menjalani kehidupan.

Dalam sesi interaktif, pemateri juga memberikan pertanyaan kepada peserta dan membagikan hadiah berupa buku bagi yang mampu menjawab.

Hal ini membuat suasana seminar menjadi lebih hidup dan partisipatif.

Teknik Mengelola Emosi dan Refleksi Pendidikan

Resiliensi Emosional

Salah satu bagian menarik dari materi adalah penjelasan tentang teknik sederhana dalam mengelola emosi melalui pernapasan. dr. Aisah menjelaskan bahwa menarik napas dalam dapat membantu menenangkan sistem saraf.

Ia menyebutkan bahwa dengan menarik napas panjang, seseorang dapat meningkatkan kapasitas oksigen hingga sekitar 3 liter.

Bahkan, setelah membaca istigfar dan mengatur napas dengan lebih baik, kapasitas tersebut dapat meningkat hingga 5 liter.

Teknik ini dinilai efektif untuk membantu mengendalikan emosi dalam situasi stres.

Selain itu, ia juga menyinggung perbedaan cara laki-laki dalam menyimak informasi, yang cenderung lebih fokus pada hal-hal tertentu.

Hal ini menjadi penting untuk dipahami oleh pendidik agar dapat menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter peserta didik.

Bagi rombongan FPIP Umsida, seminar ini memberikan wawasan baru yang sangat relevan dengan dunia pendidikan.

Terutama dalam menyampaikan bahwa pemahaman tentang kesehatan mental dan resiliensi emosional harus menjadi bagian penting dalam pendidikan calon guru.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para dosen dan mahasiswa dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan psikologis peserta didik.

Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter dan ketahanan mental generasi masa depan.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

FPIP Umsida
Kunjungan Dosen FPIP Umsida ke UMS Perkuat Kolaborasi Akademik
March 31, 2026By
HIMA PGSD
Halalbihalal HIMA PGSD Eratkan Silaturahmi dan Solidaritas Mahasiswa
March 27, 2026By
Halalbihalal
FPIP Umsida Maknai Halalbihalal sebagai Penguat Sinergi Pascaramadan
March 26, 2026By
FPIP Umsida
FPIP Umsida Aktif Kembali 26 Maret 2026
March 25, 2026By
FPIP Umsida Gaungkan Pesan Damai dan Maslahat
March 24, 2026By
FPIP Umsida Sambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah
March 23, 2026By
Gema Takbir
Gema Takbir Iringi Antusiasme Umat Sambut Hari Kemenangan
March 21, 2026By
Workshop Kampanye
Workshop Kampanye Anti Bullying PPG Cagur 2026
March 20, 2026By

Prestasi

Fanny Sabillah
Fanny Sabillah Huda Raih 8 Penghargaan dalam 2,5 Bulan
February 12, 2026By
Mahasiswi Psikologi Raih Medali Perak Ju-Jitsu Open Piala KONI Mojokerto
February 5, 2026By
Medali Perunggu
Nata Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Ju-Jitsu Piala Koni Mojokerto 2026
January 30, 2026By
Mahasiswa Baru
Mahasiswa Baru Umsida Raih Juara 2 Medali Perak di Kejuaraan Ju-Jitsu Mojokerto
January 29, 2026By
Medali perak
Jehan Aldama Raih Medali Perak Ju-Jitsu Open Piala Koni
January 24, 2026By

Riset dan Inovasi

Grooming
Pencegahan dan Dampak Child Grooming dalam Kehidupan Sosial
February 24, 2026By
Psikologi Al-Fatihah
Pelatihan Psikologi Al-Fatihah oleh Tim Dosen Psikologi Umsida, Tingkatkan Layanan Guru BK SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo
August 20, 2025By
buku
Dosen PG Paud Ciptakan Buku Ajar, Musik Mampu Tingkatkan Kecerdasan Anak Usia Dini
February 5, 2025By