fpip.umsida.ac.id — Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menjadi ruang penguatan kapasitas kepemimpinan bagi mahasiswa lintas program studi.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Ahad, 4–5 April 2026, di Villa Graha Umsida dengan diikuti 35 peserta yang berasal dari Program Studi PGSD, Psikologi, Pendidikan IPA, PGPAUD, dan PBI.
Rangkaian acara mengacu pada manual kegiatan LKMM-TM yang memuat pembukaan, sesi materi, renungan malam, hingga FGD manajemen aksi.
Ketua pelaksana kegiatan, Clarisa, menyampaikan bahwa LKMM-TM bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan proses pembentukan pola pikir, keberanian, dan kesiapan mahasiswa dalam mengambil peran di ruang gerak kemahasiswaan.
Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali bukan hanya semangat berorganisasi, tetapi juga pemahaman yang matang tentang arah gerakan dan tanggung jawab sosialnya di kampus.
Ketua BEM FPIP Umsida, Adam, turut menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Selain mengawal jalannya acara, ia juga terlibat dalam dinamika forum yang menekankan pentingnya manajemen gerakan dan penguatan karakter mahasiswa.
Kehadiran pengurus BEM dalam LKMM-TM menunjukkan bahwa kaderisasi tidak berhenti pada tataran simbolik, tetapi harus dijalankan melalui forum yang terstruktur dan berdampak.
Empat materi utama kuatkan arah kaderisasi
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan empat materi utama yang disusun secara bertahap.
Materi pertama membahas pergerakan mahasiswa yang berpikir kritis, dilanjutkan dengan materi kemuhammadiyahan bertema Islam Berkemajuan.
Setelah itu, peserta memperoleh pembekalan tentang manajemen aksi dan teknik sidang sebagai dua kompetensi penting dalam kehidupan organisasi mahasiswa.
Susunan materi tersebut memang menjadi bagian utama dalam manual acara LKMM-TM.
Pola pelaksanaan yang dirancang dua hari membuat peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga menjalani proses internalisasi melalui forum bersama.
Suasana kegiatan di Villa Graha Umsida memberi ruang bagi peserta untuk lebih fokus, membangun kedekatan antarmahasiswa, serta berdiskusi lebih intens mengenai kepemimpinan dan gerakan mahasiswa.
Hari kedua diisi dengan agenda pagi yang lebih menekankan penguatan kebersamaan dan forum diskusi kelompok.
Salah satu sesi penting adalah FGD manajemen aksi yang menjadi ruang peserta untuk mengolah gagasan, menyusun cara pandang, dan memahami bagaimana ide dapat diterjemahkan menjadi langkah organisasi yang terukur.
Dalam penyesuaian pelaksanaan, agenda kepulangan peserta dibuat lebih awal, yakni pukul 11.00 WIB.
Ketua pelaksana tekankan dampak jangka panjang
Clarisa menilai LKMM-TM perlu dipahami sebagai investasi kaderisasi yang hasilnya tidak selalu terlihat secara instan, tetapi akan tampak pada cara mahasiswa berpikir dan bertindak ke depan.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk mahasiswa yang siap terlibat, siap belajar, dan siap bertanggung jawab di lingkup organisasi maupun masyarakat.
“LKMM-TM ini kami rancang bukan hanya untuk menjalankan program kerja, tetapi untuk menyiapkan mahasiswa agar punya keberanian berpikir kritis, mampu bekerja bersama, dan memahami bahwa organisasi adalah tempat belajar yang serius. Harapannya, sepulang dari kegiatan ini peserta tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga membawa arah dan semangat baru untuk berproses,” ujar Clarisa.
Melalui kegiatan ini, BEM FPIP Umsida menunjukkan bahwa kaderisasi tetap menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi mahasiswa yang hidup.
Dengan peserta yang berasal dari berbagai program studi, LKMM-TM juga menjadi titik temu yang memperkuat kolaborasi lintas disiplin di lingkungan FPIP.
Dari forum semacam inilah, mahasiswa tidak hanya belajar memimpin, tetapi juga belajar memahami makna gerakan yang berpijak pada nalar, nilai, dan tanggung jawab.
Penulis: Nabila Wulyandini


















