fpip.umsida.ac.id — Menyongsong keberkahan bulan suci Ramadhan 1447 H, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melalui Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) menggelar agenda tahunan yang sarat akan makna spiritual dan organisasional.
Kegiatan bertajuk “Kajian Ramadhan & Buka Bersama” ini dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026, bertempat di Masjid At-Tanwir, Gedung Laboratorium Kampus 3 Umsida, Wonoayu.
Acara yang dimulai sejak pukul 12.00 WIB ini mengusung tema besar “Meneguhkan Pengabdian di Persyarikatan Muhammadiyah”.
Kehadiran ratusan peserta yang terdiri dari pejabat struktural, dosen, hingga tenaga kependidikan menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas ideologi kemuhammadiyahan di lingkungan kampus.
Menghadirkan Tokoh Pusat: Internalisasi Nilai Kemuhammadiyahan
Puncak dari acara ini adalah sesi kajian inti yang menghadirkan tokoh nasional, Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, MA., yang menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai Islam berkemajuan ke dalam setiap napas pekerjaan di universitas.
Beliau mengingatkan bahwa bekerja di amal usaha Muhammadiyah bukan sekadar profesi, melainkan bentuk jihad intelektual dan sosial.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Umsida, Dr. Hidayatulloh, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengabdian yang kokoh merupakan fondasi utama bagi Umsida untuk terus meraih prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Beliau menekankan bahwa tema pengabdian ini sengaja dipilih untuk merefleksikan kembali peran aktif seluruh elemen universitas dalam mendukung visi besar persyarikatan.
Kehadiran jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonoayu juga semakin menambah kekhidmatan acara sebagai simbol sinergi antara dunia akademis dan pimpinan akar rumput.
Sinergi dan Momentum Transformasi Kampus Unggul
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas internal.
FPIP Umsida menunjukkan komitmennya bahwa keunggulan akademik harus senantiasa dibarengi dengan kesalehan sosial dan integritas organisasi.
Melalui diskusi hangat dan buka puasa bersama, atmosfer kekeluargaan sangat terasa di Masjid At-Tanwir, menciptakan ruang komunikasi yang cair antara pimpinan dan staf.
Sebagai universitas yang telah mengantongi berbagai akreditasi internasional dan pengakuan dari lembaga pemeringkatan dunia, Umsida menyadari bahwa sumber daya manusia yang loyal dan berintegritas adalah kunci utama.
Kajian Ramadhan ini diharapkan menjadi “charger” spiritual bagi seluruh civitas akademika agar kembali fitrah dan penuh semangat dalam memajukan pendidikan di Indonesia.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan umat, bangsa, dan keberlanjutan prestasi Umsida di masa depan.
Penulis: Nabila Wulyandini


















