fpip.umsida.ac.id — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Al-Khawarismi baru-baru ini menggelar Darul Arqom Dasar (DAD) sebagai bagian dari proses kaderisasi ideologis yang bertujuan untuk membentuk kader IMM yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki komitmen ideologis yang kuat.
Salah satu materi utama dalam kegiatan tersebut adalah ketahuwidan, yang disampaikan oleh Supriyadi SPd, MPdI.
Menurutnya, syahadatain (dua kalimat syahadat) adalah pondasi utama dalam membangun keislaman yang utuh, dan materi ini menjadi titik tolak bagi kader IMM untuk memperkuat pemahaman mereka tentang Islam.
“Syahadatain bukan hanya sekadar lisan, tetapi harus terwujud dalam sikap dan amal kehidupan sehari-hari,” ujar Supriyadi.
Pemahaman yang mendalam tentang syahadatain diharapkan mampu menguatkan ideologi para kader IMM dalam menghadapi tantangan zaman dan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan mereka.
Makna Syahadatain dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam pemaparan materi, Supriyadi menekankan bahwa syahadat tidak cukup dipahami hanya sebagai pernyataan lisan,
tetapi harus diyakini dengan sepenuh hati dan diaplikasikan dalam setiap tindakan.
“Iman yang sejati adalah iman yang tercermin dalam akhlak, perilaku sosial, dan komitmen kepada Allah SWT serta sesama manusia,” tambahnya.
Kegiatan ini mengajak peserta untuk merefleksikan diri dan memperkuat keselarasan antara iman dalam hati, pengakuan lisan, dan perbuatan nyata yang mencerminkan ketulusan dalam berislam.
Materi ini juga menjelaskan makna “Asyhadu allā ilāha illallāh” sebagai komitmen untuk memurnikan ibadah hanya kepada Allah, serta “Asyhadu anna Muḥammadan rasūlullāh” yang menegaskan keyakinan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah teladan utama dalam kehidupan seorang Muslim.
Peserta DAD diharapkan bisa menginternalisasi makna ini dalam kehidupan pribadi dan organisasi mereka.
Membangun Kader IMM yang Kokoh
Melalui penyampaian materi ini, IMM Komisariat Al-Khawarismi berupaya membentuk kader yang kokoh baik secara ideologis, spiritual, maupun sosial.
Supriyadi menegaskan bahwa kader yang kokoh adalah mereka yang tidak hanya memahami syahadatain, tetapi juga mengaplikasikannya dalam tindakan nyata, baik dalam kehidupan pribadi maupun kontribusi mereka di masyarakat.
“Kader IMM harus memiliki pondasi yang kuat, ideologi yang kokoh, dan siap berkontribusi dalam gerakan progresif yang sesuai dengan nilai-nilai Islam berkemajuan,” ujar Supriyadi.
Dengan demikian, DAD IMM Komisariat Al-Khawarismi ke-14 ini menjadi tonggak penting dalam membentuk kader yang tidak hanya berlandaskan teori, tetapi juga siap bertindak sesuai dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil-‘alamin.
Penulis: Zakhfa
Editor: Nabila Wulyandini
















