fpip.umsida.ac.id — Pada Rabu, 15 April 2026, Vanessa Mahestika Putri, seorang mahasiswa Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), berkesempatan untuk mengikuti program Community Service International Volunteering Day yang diadakan di Tasik Varsity, Universiti Malaya.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 10 pagi dan berlangsung di lingkungan kampus Universiti Malaya, yang terkenal dengan keindahan danau buatan yang menjadi pusat aktivitas mahasiswa.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya kebersihan lingkungan dan mempromosikan budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan.
Program ini mengajak para peserta untuk bersama-sama membersihkan lingkungan sekitar Tasik Varsity sambil memilah sampah yang dapat didaur ulang dan sampah yang tidak bisa.
Selain memberikan kesadaran tentang kebersihan, program ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan kampus yang nyaman dan sehat serta membangun kerjasama antar peserta.
Vanessa, yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, mengungkapkan bahwa selain membersihkan lingkungan, ia juga belajar tentang cara memilah sampah dengan benar, yang menjadi salah satu poin penting dalam program ini.
Tantangan dan Kerja Sama Antar Universitas
Selama mengikuti program TASIK Varsity, Vanessa tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus, tetapi juga berkesempatan untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan peserta dari berbagai universitas, baik di dalam maupun luar negeri.
Universitas yang berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universiti Malaya, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), dan Cor Jesu College.
Keberagaman latar belakang ini memberi kesempatan bagi Vanessa untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai negara.
Namun, tidak sedikit tantangan yang dihadapi selama kegiatan berlangsung.
Salah satu tantangan yang dihadapi Vanessa adalah penanganan sampah yang ditemukan di sepanjang danau.
Sebagian besar sampah yang dikumpulkan berupa sampah kecil seperti sedotan dan plastik, yang memerlukan perhatian ekstra agar bisa didaur ulang dengan tepat.
Selain itu, terdapat momen yang cukup menantang, seperti saat menemukan sampah buah yang sudah membusuk sehingga menimbulkan bau yang kurang nyaman.
Menurut Vanessa, pengumpulan sampah dalam jumlah besar, seperti kardus, juga menyebabkan kantong sampah menjadi berat dan membutuhkan kerja sama yang baik antar kelompok agar proses pengumpulan berjalan lancar.
Kesan Positif dan Pengalaman Berharga
Meskipun tantangan yang dihadapi cukup beragam, Vanessa merasa sangat positif terhadap program ini.
Kegiatan yang sederhana namun penuh makna ini memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Selain itu, program ini juga membuka kesempatan untuk berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai universitas yang memperkaya pengalaman Vanessa dalam berkomunikasi lintas budaya.
Meskipun adanya perbedaan bahasa menjadi tantangan tersendiri, Vanessa menganggap hal tersebut justru memperluas wawasan dan melatih keterampilan komunikasi dalam situasi yang berbeda.
“Program ini sangat bermanfaat, tidak hanya dalam hal kebersihan lingkungan, tetapi juga dalam mempererat hubungan antar mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya. Saya merasa lebih dekat dengan teman-teman dari universitas lain dan mendapatkan pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan mereka,” ujar Vanessa.
Keseluruhan kegiatan ini memberikan pengalaman kerja sama, tanggung jawab, dan kesempatan untuk menciptakan kenangan berharga.
Vanessa juga merasa senang karena dapat bekerja sama dengan mahasiswa S2 Pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), memperkuat hubungan antar mahasiswa, dan menciptakan ikatan yang lebih erat dalam kegiatan sosial ini.
Penulis: Nabila Wulyandini
















