fpip.umsida.ac.id — Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melakukan kunjungan akademik ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Senin 30 Maret 2026 dalam untuk berdiskusi.
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat UMS pukul 16.00 WIB ini dihadiri oleh Kaprodi Pendidikan Dasar Enik Setiyawati, M.Pd., Dekan FPIP Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd., serta dosen Dr. Dian Rahma Santoso, M.Pd. dan Dr. Andi Mardiana Paduppai, M.Pd.
Kurikulum dan Life Skill

Kunjungan ini bertujuan memperkuat wawasan pengembangan kurikulum, khususnya terkait mata kuliah pilihan yang berorientasi pada pengembangan life skill mahasiswa.
Dalam diskusi bersama Kaprodi Pendidikan Dasar UMS, Prof. Dr. Minsih, S.Ag., M.Pd., disampaikan bahwa mata kuliah pilihan sejatinya dirancang untuk mendukung konsentrasi keilmuan sekaligus membekali mahasiswa dengan kemampuan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Prof. Minsih menjelaskan bahwa konsep tersebut sebenarnya telah lama diterapkan, namun dalam praktiknya sering mengalami tantangan.
Salah satu kendala yang muncul adalah ketika jumlah peminat suatu mata kuliah pilihan sangat sedikit, bahkan hanya satu mahasiswa, sehingga menimbulkan kesulitan dalam penugasan dosen pengampu.
“Kalau hanya satu mahasiswa yang memilih, tentu menjadi pertimbangan tersendiri bagi dosen dan program studi,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara pengembangan riset dengan struktur kurikulum.
Dalam kebijakan pendidikan tinggi, mahasiswa memiliki peluang mengambil hingga minimal 36 SKS untuk pengembangan riset.
Namun, hal tersebut tetap harus mempertimbangkan kesesuaian dengan visi keilmuan program studi agar dapat terakomodasi dalam mata kuliah yang relevan.
Diskusi ini menjadi ruang refleksi bagi FPIP Umsida untuk mengevaluasi kembali implementasi kurikulum yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa di masa depan.
Penguatan Akademik dan Pengembangan Dosen

Selain berdiskusi dengan Kaprodi, rombongan FPIP Umsida juga melakukan pertemuan dengan Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum.
Dalam kesempatan tersebut, dibahas berbagai strategi penguatan akademik, termasuk pengembangan sumber daya dosen dan kesiapan studi lanjut.
Prof. Anam menyampaikan bahwa pengembangan akademik harus berjalan seimbang antara jenjang pendidikan.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualifikasi dosen ke jenjang doktoral (S3) sangat penting, namun tidak boleh mengabaikan fondasi pendidikan sarjana (S1).
“Untuk menjadi seorang master, harus dimulai dari sarjana terlebih dahulu. Fondasi itu tidak boleh dilupakan,” ungkapnya dalam forum.
Ia juga menyinggung kesiapan program studi dalam menghadapi evaluasi dan pengembangan ke depan, termasuk dalam bidang bahasa Inggris dan IPS yang masih memerlukan penyesuaian tertentu.
Hal ini menjadi perhatian penting bagi institusi dalam menjaga kualitas akademik secara menyeluruh.
Dalam refleksi yang disampaikan, Dekan FPIP Umsida melihat bahwa keberhasilan pengelolaan akademik tidak terlepas dari ekosistem yang mendukung.
Ekosistem tersebut meliputi ketersediaan pendanaan, pendampingan penulisan artikel ilmiah bagi dosen, serta fasilitas laboratorium yang memadai untuk menunjang publikasi ilmiah.
Selain itu, sistem pendukung untuk kenaikan pangkat dosen juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas akademik.
Dengan adanya pendampingan dan fasilitas yang terstruktur, dosen diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan.
Silaturahmi dan Komitmen Kolaborasi Berkelanjutan

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi akademik, tetapi juga mempererat hubungan kelembagaan antara Umsida dan UMS.
Berbagai pembelajaran yang diperoleh, termasuk pengelolaan kurikulum, pengembangan riset, hingga sistem pendukung dosen, menjadi inspirasi bagi FPIP Umsida dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Selain itu, terdapat pula pembahasan terkait pembangunan fasilitas yang dikelola oleh Badan Pembina Harian (BPH).
Meskipun belum sepenuhnya berkaitan langsung dengan kegiatan akademik, hal tersebut tetap memberikan gambaran mengenai pengelolaan institusi secara menyeluruh.
Di akhir kegiatan, Dekan FKIP UMS menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan hubungan baik antar institusi.
Ia berharap silaturahmi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan terus berkembang menjadi kerja sama nyata di masa depan.
“Silaturahmi ini harus terus berjalan dan berkelanjutan, bukan hanya menjadi simbol tanda tangan saja,” pesannya.
Sebagai bentuk apresiasi, rombongan FPIP Umsida menyerahkan souvenir berupa bingkisan khas Sidoarjo, yaitu Tanjung Putra.
Pemberian ini menjadi simbol persahabatan sekaligus harapan akan terjalinnya kolaborasi yang lebih erat di masa mendatang.
Melalui kunjungan ini, FPIP Umsida menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui kolaborasi, refleksi, dan adaptasi terhadap dinamika pendidikan tinggi.
Diharapkan, langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan institusi serta kualitas lulusan yang lebih kompeten dan berdaya saing.
Penulis: Nabila Wulyandini


















