fpip.umsida.ac.id — Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersinergi dengan Komunitas Gerakan Budaya Literasi (GBL) Sidoarjo dalam kegiatan Writing Camp Workshop Literasi bertema Mozaik Kearifan Lokal Satuan Pendidikan Delta yang digelar pada 16–17 Februari 2026 di Villa Graha Umsida Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Dr Ng Tirto Adi MP M Pd sebagai keynote speaker serta dosen dan peneliti Umsida Ahmad Nurefendi Fradana M Pd sebagai pemateri utama teknik menulis.
Workshop ini dirancang sebagai ruang kolaboratif antara kampus, komunitas literasi, dan pemangku kebijakan pendidikan untuk memperkuat budaya menulis di lingkungan satuan pendidikan.
Komitmen Kolaborasi dalam Seremoni dan Sambutan
Acara diawali dengan pembukaan resmi yang dilanjutkan sambutan dari Ketua GBL Abdullah Makhrus. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kesinambungan gerakan literasi.
“Kita tidak ingin literasi hanya menjadi slogan. Kita ingin guru dan komunitas benar-benar menghasilkan karya yang terdokumentasi dan berdampak,” ujarnya di hadapan peserta.
Dekan FPIP Umsida, Dr Septi Budi Sartika S Pd M Pd, turut hadir dalam sesi pembukaan dan menegaskan komitmen institusi terhadap kolaborasi terbuka.
“Umsida terbuka untuk kolaborasi dan kerja sama yang produktif. Ketika komunitas dan kampus berjalan bersama, maka dampaknya akan lebih luas dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Dr Ng Tirto Adi MP M Pd menekankan bahwa budaya menulis harus dilatih secara sistematis.
“Menulis itu keterampilan. Ia tidak lahir tiba-tiba. Harus dibiasakan, harus dilatih, dan harus diberi ruang untuk tumbuh,” ungkapnya.
Rangkaian sambutan ini menjadi penguat arah sinergi yang tidak berhenti pada seremoni, tetapi mengarah pada aksi nyata.
Penandatanganan MoU Jadi Tonggak Kerja Sama Strategis
Momentum penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan MoU antara GBL dan Umsida.
Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk mengembangkan program literasi secara terstruktur.
Dalam sesi tersebut, Ketua GBL menyampaikan harapannya agar kerja sama ini berlanjut pada pendampingan menulis dan publikasi karya.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti di forum ini, tetapi berlanjut dalam program-program konkret seperti pelatihan rutin dan pendampingan publikasi,” katanya.
Penandatanganan MoU kemudian diikuti doa bersama dan penutupan seremoni sebagai penanda dimulainya sesi materi.
Kolaborasi ini diposisikan sebagai langkah strategis untuk membangun ekosistem literasi yang melibatkan kampus sebagai pusat keilmuan, komunitas sebagai penggerak lapangan, dan pemerintah sebagai penguat kebijakan.
Teknik Menulis dan Praktik Literasi Berbasis Kearifan Lokal
Sesi materi dimulai pukul 13.30–15.00 dengan topik Teknik Menulis yang disampaikan Ahmad Nurefendi Fradana M Pd dan dimoderatori oleh Bu Suhartatik selaku pengurus GBL.
Dalam pemaparannya, Ahmad Nurefendi menekankan pentingnya keberanian memulai.
“Banyak orang ingin menulis, tetapi berhenti pada tahap ingin. Mulailah dari yang sederhana, dari pengalaman di kelas, dari cerita lokal, lalu kembangkan dengan struktur yang jelas,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa tulisan yang baik bukan hanya soal ide, tetapi soal ketekunan mengolah dan merevisi.
“Menulis itu bukan sekali jadi. Ia proses. Draf pertama itu belum final. Justru di situlah latihan berpikir kritis kita diuji,” ujarnya.
Diskusi berlangsung interaktif. Beberapa peserta aktif bertanya tentang teknik merumuskan judul dan membangun paragraf pembuka yang kuat.
Moderator Bu Suhartatik menegaskan bahwa praktik langsung menjadi kunci keberhasilan pelatihan.
“Workshop ini bukan hanya mendengar materi, tetapi berlatih. Karena literasi tumbuh dari praktik, bukan teori semata,” katanya.
Secara keseluruhan, Writing Camp ini tidak hanya menjadi forum pelatihan, tetapi menjadi model sinergi konkret antara FPIP Umsida dan GBL Sidoarjo dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan.
Dengan adanya MoU dan penguatan kompetensi melalui materi teknis, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan karya-karya tulis yang merepresentasikan kearifan lokal dan dinamika pendidikan di Kabupaten Sidoarjo.
Penulis: Nabila Wulyandini

















