fpip.umsida.ac.id — Pada tanggal 31 Januari 2026 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar lomba e-sports Mobile Legends sebagai bagian dari agenda penguatan minat bakat mahasiswa.
Kegiatan ini dipusatkan pada kompetisi antartim yang dibuka untuk 8 slot tim, dengan jumlah peserta keseluruhan sekitar 45 mahasiswa.
Ketua pelaksana, Wahyudi, menyampaikan bahwa lomba ini dipilih karena ekosistem pemain Mobile Legends di lingkungan Umsida cukup ramai, sehingga peluang partisipasi tinggi.
“Komunitas di Umsida sendiri cukup besar. Walau prizepool yang kami tawarkan tidak besar, kami yakin peminatnya tetap tinggi karena antusias e-sports memang kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BEM Fakultas FPIP, Adam, menekankan bahwa kegiatan ini diarahkan untuk membangun ruang kompetisi yang sehat dan bermakna bagi mahasiswa.
Menurutnya, e-sports tidak semata hiburan, tetapi bisa menjadi medium penguatan karakter dan keterampilan sosial, terutama jika dibingkai sebagai kompetisi yang edukatif dan tertib.
Panitia BEM FA Bergerak Sesuai Tupoksi Satu Bulan Persiapan

Seluruh unsur kepanitiaan dalam lomba ini berasal dari panitia BEM FA FPIP.
Wahyudi menjelaskan bahwa pembagian peran berjalan sesuai tupoksi masing-masing seksi yang telah dibentuk sejak awal.
Mulai dari teknis pertandingan, publikasi, administrasi peserta, hingga penjadwalan, seluruh tim bergerak dalam satu alur kerja yang rapi.
Persiapan lomba dilakukan sekitar satu bulan sebelum hari pelaksanaan. Fokus persiapan meliputi rekrutmen peserta, penyusunan timeline, pengaturan sistem pertandingan, serta memastikan komunikasi antartim berjalan jelas.
Menariknya, panitia menilai tidak ada hambatan berarti selama persiapan.
“Tidak ada tantangan besar, karena banyak dari panitia kami sudah berpengalaman meng-handle lomba seperti ini sebelumnya,” kata Wahyudi.
Untuk memastikan kesiapan peserta, panitia membuka pendaftaran melalui publikasi pamflet di media sosial.
Setelah pendaftaran berjalan, panitia menggelar technical meeting pada 28 Januari sebagai forum penyamaan informasi teknis mulai dari aturan main, jadwal pertandingan, hingga mekanisme pelaporan jika terjadi kendala.
Skema ini dipilih agar jalannya pertandingan lebih tertib, minim miskomunikasi, dan setiap tim memiliki pemahaman yang sama.
Pengalaman Kompetisi Profesional dan Pesan Sportivitas untuk Mahasiswa
Panitia menilai, dampak lomba ini terasa langsung bagi peserta karena menghadirkan pengalaman kompetisi yang lebih profesional.
Selain mengejar kemenangan, peserta dituntut menjaga kerja sama tim, mengatur emosi, dan mengambil keputusan strategis dalam waktu singkat.
Wahyudi menyebut kompetisi seperti ini melatih kemampuan berpikir taktis, sekaligus memperkuat mental bertanding yang sehat.
“Dampaknya, peserta bukan hanya senang, tetapi juga belajar soal kerja sama tim, manajemen emosi, sportivitas, dan berpikir strategis untuk mencapai kemenangan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa antusias peserta sesuai ekspektasi, dan kekompakan panitia memperlihatkan kegiatan ini mampu mempererat solidaritas mahasiswa FPIP.
Di akhir kegiatan, Wahyudi menyampaikan pesan agar mahasiswa menjadikan e-sports sebagai sarana pengembangan diri yang positif, bukan sekadar pelarian hiburan.
Ia menekankan pentingnya sportivitas dan sikap menghargai lawan. “Saya berharap setiap peserta mampu menjunjung tinggi sportivitas dan menghargai lawan yang bermain,” tutupnya.
Penulis: Nabila Wulyandini
















