fpip.umsida.ac.id — Sebanyak 10 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yaitu Nur Hadiana Firdian Oktaviani, Sabilah Firdausy Ramadhani, Muhammad Hilmi Alfathan, Brilliant Dina Arizki Rustia Arum, Inayatus Safinah, Salsabilah Nur Fitri, Nuril Hidayah, Achmad Firman Ridhoi, Chalishah Zuhroh, Shela Olivia Amanda Putri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), termasuk 1 mahasiswa dari Program Studi Psikologi yaitu Muhammad Rudi Yanto, resmi dilepas untuk mengikuti program magang di Wijaba pada Jumat (6/2/2026) di ruang rapat Kampus 1 Umsida.
Program magang ini merupakan bagian dari kerja sama yang sudah terjalin antara Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Umsida dan Wijaba selama beberapa tahun terakhir.
Kerja Sama yang Terus Berkembang

Dekan FPIP Umsida, Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Wijaba telah memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa.
Mulanya, program ini hanya berfokus pada pendidikan, namun kini telah meluas ke berbagai bidang lainnya seperti lingkungan dan kesehatan.
“Mahasiswa yang mengikuti program ini tidak hanya memperoleh pengetahuan di bidang pendidikan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk belajar langsung dalam bidang lain yang sangat relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Proses seleksi yang ketat melalui tahap administrasi dan wawancara membuat mahasiswa yang berhasil lolos menjadi sangat istimewa.
“Kami berharap mereka dapat membawa banyak pengalaman dan kontribusi bagi program magang ini dan memajukan nama prodi PGSD, FPIP, serta Umsida,” tutupnya.
Bali Menjadi Destinasi Magang Baru

Tahun ini, program magang Wijaba mengusung hal baru dengan melibatkan dua mahasiswa yang akan ditempatkan di Bangli, Bali.
Country Director Wijaba, Arif Darmawan, menyatakan bahwa pengalaman ini sangat berharga karena mahasiswa tidak hanya akan belajar teori, tetapi langsung berhadapan dengan tantangan nyata di lapangan.
“Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa dalam berinteraksi dengan berbagai karakter dan kondisi,” ungkap Arif.
Dalam menghadapi perbedaan budaya, bahasa, dan perilaku di Bali, Wijaba akan menyediakan sistem mentoring yang mencakup bimbingan dari program manager dan regional manager di Bali.
Hal ini akan membantu mahasiswa dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Arif menambahkan bahwa program magang ini bertujuan untuk memberikan dampak positif terhadap pendidikan di Indonesia.
Kontribusi Bagi Pendidikan Indonesia

Arif juga menyampaikan bahwa harapan utama dari magang ini adalah agar mahasiswa dapat memberi dampak nyata bagi anak-anak dan dunia pendidikan Indonesia.
“Mahasiswa diharapkan bukan hanya memperoleh profesi, tetapi juga memberikan kontribusi yang berarti bagi perubahan pendidikan di Indonesia,” kata Arif.
Melalui kesempatan ini, mahasiswa Umsida memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri di luar perkuliahan formal dan mengasah kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan.
Magang Wijaba ini diharapkan bisa menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu yang didapatkan di kampus dan memberi dampak positif bagi masa depan pendidikan di Indonesia.
Penulis: Nabila Wulyandini















