fpip.umsida.ac.id — Mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Fina Mafazatus Tsaniyah, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali perak pada Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala KONI Kabupaten Mojokerto.
Kejuaraan ini diselenggarakan oleh PBJI KONI Kabupaten Mojokerto dan berlangsung pada 17–18 Januari 2026 di GOR Gajah Mada, Mojosari.
Ajang ini diikuti oleh atlet-atlet ju-jitsu dari berbagai daerah dan menjadi salah satu kompetisi bergengsi tingkat regional.
Fina turun pada nomor Fighting System Putri U+21 kelas 48 kilogram. Meski tergolong baru menekuni ju-jitsu secara spesifik, ia mampu menunjukkan performa yang kompetitif dan konsisten hingga akhirnya berdiri di podium.
Capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga di bidang nonakademik, khususnya olahraga bela diri.
Perjalanan Mahasiswi Psikologi UMSIDA di Dunia Ju-Jitsu Indonesia
Ketertarikan Fina terhadap dunia bela diri sebenarnya telah muncul sejak lama. Namun, fokusnya pada cabang olahraga ju-jitsu baru dimulai ketika ia memasuki awal semester perkuliahan.
Ia mengungkapkan bahwa keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah, mengingat sebagian besar rekan latihannya telah memiliki pengalaman dan dasar bela diri sebelumnya.
“Sejak dulu saya memang tertarik dengan bela diri, tapi spesifik ke ju-jitsu itu baru saya mulai di awal semester satu. Awalnya pasti ada rasa takut dan sempat merasa insecure, karena saya benar-benar mulai dari nol, sementara sekitar 90 persen teman latihan sudah punya basic ju-jitsu atau cabang olahraga lain,” ungkap Fina saat diwawancarai.
Meski demikian, rasa kurang percaya diri tersebut perlahan ia kesampingkan. Ia memilih untuk fokus berlatih dan meningkatkan kemampuan diri.
Dukungan dari teman-teman terdekat menjadi salah satu faktor penting yang membuatnya tetap bertahan dan terus berkembang di dunia ju-jitsu.
Menurut Fina, lingkungan latihan yang suportif sangat membantunya untuk tetap termotivasi. Dorongan dari rekan satu tim, pelatih, dan para senior membuatnya yakin bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil.
Tantangan Latihan dan Atmosfer Kompetisi Ju-Jitsu Indonesia
Dalam persiapan menuju Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala KONI Kabupaten Mojokerto, Fina menjalani latihan yang lebih intens dibandingkan hari-hari biasanya.
Selain meningkatkan frekuensi latihan, ia juga menjaga kondisi fisik serta mempersiapkan mental bertanding.
Bahkan, ia sempat menaikkan berat badan karena berat awalnya berada di bawah ketentuan kelas pertandingan.
“Tantangan terbesar saat latihan itu membagi waktu. Saya harus menjaga konsistensi latihan, sementara di sisi lain saya juga harus menyelesaikan kewajiban kuliah dan tugas-tugas akademik,” jelasnya.
Tidak hanya itu, tantangan juga semakin terasa ketika memasuki arena pertandingan. Ia harus menghadapi atlet-atlet senior yang lebih berpengalaman dan telah lama berkecimpung di dunia ju-jitsu.
Meski demikian, Fina menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran sekaligus motivasi untuk memberikan penampilan terbaik.
Suasana pertandingan di GOR Gajah Mada, Mojosari, menurutnya berlangsung cukup tegang namun tetap penuh semangat.
Dukungan dari rekan satu tim, pelatih, dan penonton membuat atmosfer kompetisi semakin hidup dan memberikan tambahan energi saat bertanding.
Makna Prestasi dan Harapan untuk Prestasi Indonesia

Momen paling berkesan bagi Fina adalah saat dirinya dinyatakan sebagai peraih medali perak dan berdiri di podium sambil membawa medali serta bendera ju-jitsu UMSIDA.
Ia mengaku sangat bersyukur atas pencapaian tersebut, meskipun belum berhasil meraih medali emas.
“Alhamdulillah, meskipun belum dapat emas, saya tetap sangat bersyukur. Medali perak ini adalah hasil dari latihan selama ini dan menjadi motivasi untuk terus berlatih lebih giat dan lebih konsisten lagi,” ujarnya.
Bagi Fina, prestasi ini memiliki arti yang sangat besar sebagai bagian dari proses belajar dan pengembangan diri.
Ia menilai kejuaraan ini menjadi ajang pembuktian sekaligus ruang untuk terus berproses menjadi atlet yang lebih baik.
Ke depan, ia berkomitmen untuk terus meningkatkan prestasi di cabang olahraga ju-jitsu dengan mengikuti berbagai kejuaraan lainnya, tanpa mengesampingkan kewajiban akademik.
Saat ini, ia masih terus belajar untuk membagi waktu antara kuliah dan latihan agar keduanya dapat berjalan seimbang.
Fina juga menyampaikan harapannya agar kampus dan fakultas terus memberikan dukungan kepada mahasiswa berprestasi, baik dalam bentuk fasilitas, pembinaan, maupun motivasi.
Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting agar mahasiswa semakin percaya diri untuk mengharumkan nama kampus dan Indonesia melalui berbagai ajang prestasi.
Sebagai penutup, Fina berpesan kepada mahasiswa lainnya agar tidak takut mencoba hal baru dan terus menggali potensi diri.
“Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tidak akan pernah berhenti memberikan pelajaran,” tutupnya
penulis : Selvy Dwi Machmuda
Editor: Nabila Wulyandini
















