fpip.umsida.ac.id — Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar FPIP Cup sebagai ajang kompetisi lintas program studi dan organisasi kemahasiswaan di bawah naungan FPIP.
Kegiatan ini dirancang untuk mewadahi minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik, sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi sehat, sportivitas, dan kerja sama antarmahasiswa.
Ketua pelaksana FPIP Cup, M. Rifky Ardiansyah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengejar gelar juara, tetapi membangun ruang pembelajaran yang nyata bagi peserta maupun panitia.
“Tujuan utama FPIP Cup adalah mewadahi minat, bakat, dan kreativitas peserta. Kami ingin kompetisinya sehat, sportif, dan semua pihak belajar bekerja sama,” ujarnya.
Menurutnya, lomba yang dibingkai dalam satu agenda besar ini juga penting untuk mendorong mahasiswa lebih percaya diri dan berani tampil.
Kompetisi, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sarana pembentukan karakter: melatih disiplin, konsistensi, kesiapan mental, hingga kemampuan menerima hasil dengan lapang.
Rifky menyebut dampak yang diharapkan bukan hanya pada pemenang, tetapi pada peserta secara keseluruhan agar lebih termotivasi untuk berkarya dan berkontribusi secara kreatif.
Ragam Mata Lomba dari Senam Kreasi hingga Science Video
FPIP Cup menghadirkan beragam mata lomba yang diselenggarakan oleh beberapa organisasi dan himpunan mahasiswa.
HIMA PGSD menginisiasi lomba senam kreasi yang menonjolkan kekompakan dan kreativitas gerak. BEM menghadirkan turnamen Mobile Legend yang memadukan strategi, koordinasi tim, serta sportivitas di ranah e-sports.
HIMA Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) menyelenggarakan Essay Competition sebagai ruang adu gagasan, nalar, dan kemampuan menulis akademik.
Sementara itu, HIMA Pendidikan IPA mengadakan Lomba Science Education Video untuk mendorong literasi sains melalui media digital dan penyajian yang komunikatif.
HIMA PG-PAUD membuka Tari Kreasi sebagai panggung ekspresi seni sekaligus ketelitian gerak. HIMA Psikologi menghadirkan Catur Competition yang menuntut konsentrasi, ketenangan, dan kemampuan membaca langkah lawan.
Adapun Action menyemarakkan Pop Star sebagai ajang unjuk bakat yang menekankan kepercayaan diri, performa, dan kreativitas.
Rifky menjelaskan bahwa variasi lomba tersebut sengaja dipilih agar setiap mahasiswa merasa punya ruang.
“Kami ingin semua merasa punya panggung. Ada yang unggul di akademik, ada yang kuat di seni, ada yang kompetitif di bidang digital. FPIP Cup mencoba memfasilitasi semuanya,” katanya.
Keunikan FPIP Cup ada pada format lintas bidang dalam satu rangkaian. Hal ini membuat atmosfer kompetisi terasa lebih inklusif dan mempertemukan mahasiswa dari latar minat yang berbeda.
Di sisi lain, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi organisasi mahasiswa untuk menunjukkan kapasitas manajerial, mulai dari konsep lomba, teknis pelaksanaan, hingga penguatan jejaring antarpanitia.
Koordinasi Besar dan Puncak Acara 31 Januari 2026
Mengelola banyak mata lomba dalam satu agenda tentu tidak ringan. Rifky menyebut tantangan terbesar FPIP Cup terletak pada koordinasi teknis dan penjadwalan karena karakteristik tiap lomba berbeda-beda.
“Tantangan paling besar adalah mengoordinasikan banyak mata lomba. Kebutuhannya beda-beda, mulai dari teknis, juri, sampai jadwal pelaksanaan,” ujarnya.
Pihak yang terlibat meliputi panitia inti, koordinator masing-masing mata lomba, juri, dan peserta.
Koordinasi dijalankan melalui rapat rutin, pembagian jobdesk yang jelas, serta komunikasi intensif melalui grup koordinasi agar setiap perubahan dapat segera ditindaklanjuti.
Pengelolaan juga diperkuat dengan penyusunan timeline kegiatan yang rinci, pembagian tugas sesuai kemampuan panitia, serta evaluasi berkala untuk memastikan tiap tahapan berjalan sesuai rencana.
FPIP Cup mulai dipersiapkan sejak Desember, dimulai dari perencanaan konsep, pembentukan panitia, hingga publikasi.
Puncak acara dilaksanakan pada 31 Januari 2026 dan dipusatkan di lingkungan kampus karena dinilai strategis serta memiliki fasilitas memadai untuk mendukung berbagai jenis lomba mulai dari kebutuhan ruang praktik, panggung penampilan, hingga area kompetisi.
Di akhir rangkaian, Rifky menyampaikan pesan agar FPIP Cup menjadi pengalaman yang memberi bekal, bukan hanya kenangan.
“Semoga kegiatan ini jadi pengalaman berharga bagi semua pihak dan memotivasi untuk terus berkarya serta berprestasi. Saya bangga dan bersyukur bisa bekerja bersama tim yang solid, penuh semangat, dan bertanggung jawab sampai acara ini terlaksana,” pungkasnya.
Penulis: Nabila Wulyandini















