fpip.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menyelenggarakan Koordinasi Pelaksanaan PPG Calon Guru (CAGUR) Gelombang 1 Tahun 2026 pada Rabu, 09 April 2026 di Fave Hotel Sidoarjo.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi antara dosen, guru pamong, dan tim pengelola PPG dalam memastikan pelaksanaan perkuliahan, integrasi penilaian, serta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) berjalan tertib dan terarah.
Koordinasi ini membahas berbagai aspek penting penyelenggaraan PPG CAGUR Semester 1, mulai dari integrasi sistem penilaian LMS dengan format penilaian UMSIDA.
Penyusunan penugasan dan rubrik penilaian, kebijakan bukti pelaksanaan perkuliahan dan PPL, hingga penjadwalan kunjungan dosen pembimbing lapangan (DPL) ke sekolah mitra.
Dalam materi koordinasi, dijelaskan bahwa komponen penilaian UMSIDA terdiri atas kehadiran, partisipasi, kuis, tugas, proyek, UTS, dan UAS, yang seluruhnya perlu diintegrasikan secara sistematis dari LMS ke format rekap nilai UMSIDA.
Forum ini juga menjadi ruang konsolidasi akademik untuk memperkuat kualitas pelaksanaan PPG CAGUR.
Khususnya dalam sinkronisasi antara pembelajaran di kampus, supervisi PPL terbimbing, dan dokumentasi administrasi akademik yang menjadi bagian penting dari penjaminan mutu program.
Materi koordinasi menegaskan bahwa dosen dan guru pamong perlu memiliki pemahaman yang sama terkait alur penilaian, bukti perkuliahan, instrumen supervisi, dan tahapan kunjungan DPL ke sekolah mitra.
Koordinasi Pelaksanaan PPG CAGUR sebagai Penguatan Tata Kelola Akademik

Dalam Sambutannya, Dr. Mohammad Faizal Amir, M.Pd., selaku Koordinator PPG UMSIDA, menegaskan bahwa Koordinasi Pelaksanaan PPG CAGUR merupakan langkah penting untuk menjaga keselarasan antara sistem akademik kampus dan dinamika pelaksanaan di lapangan.
Menurutnya, koordinasi ini diperlukan agar seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan pembelajaran dan pendampingan mahasiswa.
“Koordinasi ini penting agar pelaksanaan PPG CAGUR tidak berjalan parsial. Sistem penilaian, penugasan, bukti perkuliahan, hingga pelaksanaan PPL harus dipahami dalam satu kerangka yang sama agar mutu pembelajaran tetap terjaga,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa integrasi penilaian menjadi salah satu fokus utama karena format nilai pada LMS GTK masih terpisah per aktivitas, sementara UMSIDA menerapkan rekap komponen nilai akhir yang berbeda.
Oleh karena itu, dosen perlu memahami alur ekspor data, pengolahan nilai, integrasi spreadsheet, hingga impor kembali ke LMS dan penyusunan rekap akhir sesuai format UMSIDA.
Materi koordinasi juga menegaskan perlunya rubrik penilaian untuk tugas, proyek, UTS, dan UAS agar evaluasi mahasiswa lebih objektif dan selaras dengan capaian pembelajaran mata kuliah.
Koordinasi Pelaksanaan PPG CAGUR dalam Sinkronisasi PPL dan Supervisi Lapangan

Selain membahas sistem penilaian, Koordinasi Pelaksanaan PPG CAGUR juga menitikberatkan pada sinkronisasi pelaksanaan PPL terbimbing.
Pembahasan ini mencakup kebijakan bukti pelaksanaan PPL, jadwal kunjungan dosen pembimbing lapangan ke sekolah mitra, penilaian guru pamong di LMS, serta kesepakatan mengenai pelaksanaan UTS pada PPL terbimbing.
Dalam materi koordinasi, dijelaskan bahwa DPL diwajibkan melakukan kunjungan ke sekolah mitra minimal empat kali selama PPL terbimbing, yang meliputi tahap orientasi, asistensi mengajar, praktik pembelajaran terbimbing, serta refleksi dan evaluasi.
Setiap kunjungan harus didokumentasikan dalam lembar kunjungan lapangan sebagai bagian dari monitoring dan pelaporan kegiatan.
Materi juga menegaskan bahwa supervisi oleh guru pamong dan DPL harus dilakukan secara profesional, interaktif, dan berbasis hasil observasi kinerja mahasiswa.
Forum ini menghasilkan kesepakatan mengenai pentingnya penjadwalan kunjungan yang realistis, pembagian peran supervisi yang jelas, serta penggunaan instrumen penilaian yang seragam.
Dengan demikian, proses pembimbingan mahasiswa selama PPL dapat berjalan lebih efektif dan tidak menimbulkan perbedaan persepsi antara pihak kampus dan sekolah mitra.
Koordinasi Pelaksanaan PPG CAGUR sebagai Dasar Tindak Lanjut Program

Secara keseluruhan, Koordinasi Pelaksanaan PPG CAGUR menjadi forum penting dalam merumuskan langkah bersama untuk menjaga kualitas penyelenggaraan PPG CAGUR Gelombang 1 Tahun 2026.
Hasil diskusi tidak hanya berhenti pada penjelasan teknis, tetapi juga diarahkan pada tindak lanjut konkret, termasuk penguatan kegiatan RLK berikutnya, penyelarasan sistem penilaian, dan ketertiban dokumen pelaksanaan perkuliahan maupun PPL.
Melalui koordinasi ini, PPG UMSIDA menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan pendidikan profesi guru yang terstruktur, akuntabel, dan berorientasi pada mutu.
Sinergi antara dosen, guru pamong, dan tim pengelola menjadi kunci agar seluruh rangkaian pembelajaran, supervisi, dan penilaian dapat berjalan konsisten serta mendukung terbentuknya calon guru profesional.
Dengan adanya Koordinasi Pelaksanaan PPG CAGUR, pelaksanaan Semester 1 Gelombang 1 Tahun 2026 diharapkan berlangsung lebih tertib, terukur, dan adaptif terhadap kebutuhan lapangan, tanpa mengabaikan standar akademik yang telah ditetapkan.
Penulis: Citra Azizah
Editor: Nabila Wulyandini
















