fpip.umsida.ac.id — Mahasiswa Program Studi PG PAUD Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Putri Az Zahrah Miladiyah Efendi, berhasil meraih juara 1 atau medali emas dalam ajang Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open 14th Championship 2026 yang digelar pada 4–5 April 2026 di GOR Lembah UGM, Yogyakarta.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh PBeventorganizers itu menjadi panggung prestasi baru bagi Putri sekaligus menambah deretan capaian membanggakan mahasiswa Umsida di bidang nonakademik.
Putri, yang lahir di Sidoarjo pada 2 Mei 2006, saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester 4 Prodi PG PAUD.
Dalam kejuaraan tersebut, ia tampil percaya diri dan mampu menuntaskan pertandingan dengan hasil sesuai target.
Capaian ini tidak datang secara instan, melainkan melalui persiapan yang terukur, latihan yang disiplin, serta dukungan kuat dari tim dan orang-orang terdekatnya.
Bagi Putri, kejuaraan kali ini memberikan kesan yang berbeda dibanding lomba-lomba sebelumnya.
Ia menilai kompetisi tersebut berjalan lebih sesuai dengan harapan yang telah dibangun sejak awal masa persiapan.
Kondisi itu membuatnya dapat tampil lebih tenang, fokus, dan mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya di arena tanding.
Persiapan matang bersama Tapak Suci Umsida
Menjelang kejuaraan, Putri menjalani latihan intensif selama dua bulan bersama tim Tapak Suci Umsida.
Ia mengaku persiapannya dilakukan dengan pola yang hampir sama seperti menghadapi lomba-lomba sebelumnya, tetapi kali ini ia merasa lebih siap secara mental dan teknis.
Fokus latihan diarahkan untuk menjaga konsistensi performa, memperkuat teknik, sekaligus membangun kesiapan bertanding.
“Persiapan saya cukup baik seperti biasa, saya fokus dan siap untuk memberikan yang terbaik,” ujar Putri.
Latihan harian yang dijalani bersama tim menjadi bagian penting dalam membentuk ritme bertandingnya.
Rutinitas itu tidak hanya melatih fisik, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri dan kedisiplinan.
Di tengah persaingan yang ketat dalam kejuaraan nasional maupun internasional seperti Paku Bumi Open, kesiapan yang dibangun jauh hari menjadi faktor penting untuk menjaga performa di atas gelanggang.
Putri menuturkan bahwa kompetisi kali ini terasa lebih pas dengan ekspektasinya. Menurutnya, jalannya pertandingan juga berlangsung sesuai prediksi.
Hal tersebut membuatnya cukup puas dengan hasil akhir yang berhasil diraih. Meski demikian, ia tetap memandang kemenangan sebagai bagian dari proses panjang yang harus dijalani dengan rendah hati.
“Kompetisi ini seperti lomba sebelumnya, bedanya lomba kali ini lebih sesuai harapan,” ungkapnya.
Keberhasilan Putri menunjukkan bahwa mahasiswa Umsida tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga mampu berprestasi dalam bidang olahraga bela diri.
Ketekunan menjalani latihan, keseriusan menghadapi pertandingan, serta kemampuan menjaga fokus menjadi fondasi utama yang membawanya hingga ke podium juara.
Sempat nervous tetapi mampu mengendalikan pertandingan

Di balik keberhasilannya meraih medali emas, Putri mengakui tetap menghadapi tantangan saat bertanding. Rasa gugup sempat muncul menjelang pertandingan.
Namun, menurutnya, nervous yang dirasakan tidak terlalu besar dan masih dapat dikendalikan dengan baik.
Pengalaman bertanding sebelumnya turut membantunya membaca situasi dan menjaga ketenangan selama laga berlangsung.
“Tantangan saya adalah nervous sedikit, tidak lebih,” kata Putri.
Ia menilai jalannya pertandingan masih berada dalam alur yang telah diperkirakan sejak awal.
Karena itu, ia dapat menyesuaikan strategi dan ritme dengan lebih baik.
Kepuasan terhadap hasil yang diraih bukan hanya karena kemenangan, tetapi juga karena ia merasa mampu menjalankan pertandingan sesuai rencana.
“Jalannya pertandingan sesuai prediksi, saya cukup puas dengan hasilnya,” tuturnya.
Keberhasilan mengelola tekanan menjadi salah satu poin penting dalam olahraga tanding.
Di arena pencak silat, kemampuan teknis memang sangat menentukan, tetapi kontrol emosi dan kesiapan mental sering kali menjadi pembeda antara atlet yang mampu bertahan dengan atlet yang berhasil menang.
Dalam hal ini, Putri memperlihatkan kematangan bertanding yang patut diapresiasi.
Prestasi tersebut juga mempertegas komitmen Umsida dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh.
Lewat organisasi olahraga seperti Tapak Suci, mahasiswa mendapat ruang untuk tumbuh, berlatih, dan membuktikan kapasitasnya di tingkat kompetisi yang lebih luas.
Dukungan keluarga dan fokus ke event berikutnya
Putri tidak menampik bahwa capaian ini juga lahir dari dukungan lingkungan terdekatnya.
Ia merasa mendapatkan sokongan yang sangat baik dari keluarga, teman-teman, dan rekan di Umsida.
Dukungan moral itu menjadi energi tambahan yang membantunya tetap percaya diri selama menjalani masa latihan hingga hari pertandingan.
“Saya mendapatkan support yang sangat baik dari orang-orang dekat saya, termasuk keluarga dan teman-teman di Umsida,” ujarnya.
Meski baru saja meraih medali emas, Putri belum ingin terlalu jauh berbicara soal target jangka panjang.
Saat ini, ia memilih tetap fokus pada proses latihan dan persiapan untuk event berikutnya. Baginya, kemenangan bukan akhir perjalanan, melainkan bagian dari tahapan untuk menjadi atlet yang lebih baik.
Sikap itu menunjukkan bahwa Putri tidak ingin cepat puas. Ia justru menjadikan kemenangan di Paku Bumi Open 14th Championship 2026 sebagai motivasi untuk terus berkembang.
Di akhir pernyataannya, Putri juga menyampaikan pesan sederhana namun kuat, yakni, “Jangan lupa sholat.”
Pesan singkat tersebut mencerminkan bahwa bagi Putri, prestasi tidak bisa dilepaskan dari kedisiplinan spiritual.
Semangat latihan, kekuatan mental, dukungan orang-orang terdekat, dan ikhtiar yang dijalani dengan sungguh-sungguh menjadi bekal utamanya untuk terus melangkah dalam event-event selanjutnya.
Penulis: Nabila Wulyandini

















