fpip.umsida.ac.id — Tantangan pendidikan dasar di Indonesia terus berkembang seiring dengan perubahan kurikulum, kemajuan teknologi, serta tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam kondisi tersebut, peran perguruan tinggi, khususnya dosen, menjadi sangat penting dalam mendorong peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah melalui penguatan pendidikan lanjutan pada jenjang magister.
Menurut Dr. Andi Mardiana Paduppai, M.Pd, salah satu dosen UMSIDA yang aktif mengajar pada S2 Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, peningkatan kompetensi guru merupakan kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda.
Guru dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, baik dari sisi pedagogik, profesional, maupun adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Tantangan Pendidikan Dasar yang Semakin Kompleks
Dr. Andi menjelaskan bahwa tantangan utama pendidikan dasar saat ini berkaitan dengan ketimpangan kualitas guru di berbagai daerah.
Masih banyak guru di Indonesia, terutama di wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T), yang belum memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi profesional secara optimal.
“Distribusi guru yang tidak merata antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil memperparah kesenjangan kualitas pendidikan. Di sisi lain, perubahan kurikulum yang cepat dan perkembangan teknologi menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi,” jelas Dr. Andi selaku dosen UMSIDA tersebut.
Selain persoalan kualifikasi, guru juga menghadapi beban kerja yang tinggi. Tuntutan administrasi, jam mengajar yang padat, serta tanggung jawab tambahan sering kali menjadi hambatan bagi guru untuk mengembangkan diri secara profesional.
Kondisi ini semakin berat bagi guru honorer dan guru yang bertugas di daerah 3T dengan keterbatasan sarana dan kesejahteraan.
Peran Dosen UMSIDA dalam Penguatan Kompetensi Guru
Sebagai dosen UMSIDA yang berkecimpung di bidang pendidikan dasar, Dr. Andi menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan tersebut.
Melalui pendidikan magister, dosen tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk cara berpikir kritis, reflektif, dan berbasis riset pada guru.
“Pendidikan magister memberikan ruang bagi guru untuk memperdalam pengetahuan, memahami isu-isu pendidikan terkini, serta mengembangkan kemampuan penelitian pendidikan,” ujarnya.
Dosen UMSIDA, lanjutnya, berperan sebagai fasilitator akademik yang membantu mahasiswa memahami keterkaitan antara teori pendidikan dan praktik pembelajaran di sekolah.
Dengan pendekatan tersebut, pendidikan magister diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di pendidikan dasar.
Perbedaan Kompetensi Guru Lulusan S1 dan S2
Lebih lanjut, Dr. Andi memaparkan perbedaan kompetensi antara guru lulusan S1 dan guru yang telah menempuh pendidikan magister.
Guru lulusan S1 umumnya telah memiliki kompetensi dasar untuk mengajar di sekolah dasar, seperti pengelolaan kelas, perencanaan pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar.
Namun, guru yang menempuh pendidikan S2, khususnya di S2 Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, memiliki keunggulan dalam kedalaman penguasaan kompetensi pedagogik dan profesional.
Mereka lebih terlatih dalam melakukan penelitian pendidikan, pengembangan kurikulum, serta penerapan metode pembelajaran inovatif.
“Guru yang telah lama mengajar dapat memanfaatkan S2 untuk mengikuti perkembangan teori dan praktik pendidikan terbaru, serta meningkatan keterampilan manajerial dan kepemimpinan dalam pendidikan” ungkap Dr. Andi Selaku dosen UMSIDA tersebut.
Pendidikan Magister bagi Guru Berpengalaman
Pendidikan magister juga dinilai relevan bagi guru yang telah lama mengajar. Pengalaman panjang di dunia pendidikan justru menjadi modal penting ketika dipadukan dengan pendidikan lanjutan.
Melalui pendidikan S2, guru berpengalaman dapat memperbarui metode pembelajaran dan menyesuaikannya dengan perkembangan zaman.
“Guru yang telah lama mengajar dapat memanfaatkan pendidikan magister untuk memperkuat keterampilan manajerial dan kepemimpinan, sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi sekolah,” jelas Dr. Andi.
Dalam konteks ini, dosen UMSIDA berperan dalam membimbing mahasiswa agar mampu merefleksikan pengalaman praktis mereka menjadi pengetahuan akademik yang aplikatif dan berdampak.
Dampak Pendidikan Magister terhadap Praktik Sekolah
Keberadaan guru yang menempuh pendidikan magister memberikan dampak langsung terhadap praktik pembelajaran di sekolah.
Guru menjadi lebih terbuka terhadap inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Kemampuan melakukan penelitian tindakan kelas dan evaluasi pembelajaran berbasis data memungkinkan guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga oleh budaya akademik dan profesionalisme guru di lingkungan sekolah.
Menurut dosen UMSIDA tersebut, guru lulusan S2 juga berpotensi menjadi agen perubahan di sekolah.
Mereka dapat berperan sebagai mentor bagi guru lain, narasumber kegiatan pengembangan profesional, serta penghubung antara kebijakan pendidikan dan praktik pembelajaran di lapangan.
Peluang Karier dan Profesionalisme Guru
Selain peningkatan kompetensi, pendidikan magister juga membuka peluang karier yang lebih luas bagi guru dan tenaga kependidikan.
Guru dengan kualifikasi S2 memiliki kesempatan untuk menduduki jabatan strategis, seperti kepala sekolah, pengawas sekolah, maupun dosen.
Kualifikasi tersebut juga meningkatkan peluang promosi jabatan fungsional serta akses terhadap berbagai program pengembangan profesional.
Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan magister tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pribadi guru, tetapi juga pada peningkatan mutu sistem pendidikan secara keseluruhan.
Peran Strategis Dosen UMSIDA dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan
Keberadaan dosen UMSIDA dalam dunia pendidikan tidak hanya terbatas pada aktivitas mengajar di ruang kelas perkuliahan.
Dosen juga memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan melalui penguatan riset, pendampingan akademik, serta kontribusi keilmuan bagi masyarakat pendidikan.
Dalam konteks pendidikan dasar, peran ini menjadi semakin penting mengingat kompleksitas tantangan yang dihadapi guru dan sekolah.
Dosen UMSIDA, khususnya yang terlibat dalam pendidikan magister, berperan sebagai penghubung antara kebijakan pendidikan, kajian akademik, dan praktik pembelajaran di lapangan.
Melalui diskusi akademik, bimbingan penelitian, dan pengembangan kajian pendidikan dasar, dosen membantu mahasiswa memahami persoalan nyata pendidikan secara komprehensif dan berbasis data.
Selain itu, dosen UMSIDA juga berkontribusi dalam mendorong budaya akademik yang kritis dan reflektif di kalangan guru.
Mahasiswa magister tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan studi, tetapi juga untuk menghasilkan gagasan, inovasi, dan solusi pendidikan yang dapat diterapkan di sekolah.
Dengan demikian, peran dosen tidak berhenti pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembentukan cara berpikir profesional yang berorientasi pada perbaikan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan dasar, baik di tingkat sekolah maupun sistem pendidikan secara lebih luas.
Inilah yang menjadikan peran dosen UMSIDA sangat strategis dalam mendorong peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di tengah dinamika pendidikan nasional.
Komitmen Dosen UMSIDA terhadap Mutu Pendidikan
Dr. Andi menegaskan bahwa komitmen dosen UMSIDA dalam mendorong peningkatan kompetensi guru merupakan bagian dari tanggung jawab akademik dan sosial perguruan tinggi.
Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dosen diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.
“S2 tidak hanya meningkatkan kualitas pribadi guru, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan secara umum,” pungkasnya.
Melalui peran aktif dosen UMSIDA dalam pendidikan magister, diharapkan lahir guru-guru profesional yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
Dengan demikian, pendidikan dasar di Indonesia dapat terus berkembang menuju kualitas yang lebih baik dan berkelanjutan.
Editor: Nabila Wulyandini














