Semangat Internasionalisasi Bersama Dosen Inspiratif, Mahasiswa S1 FPIP Umsida Ikuti Kelas S2 Internasional di Universiti Malaya Malaysia

fpip.umsida.ac.id – Kamis (02/05/2024) mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berkesempatan mendapati momen langka dengan mengikuti kelas magister internasional di Universiti Malaya Malaysia yang bertempat di Bilik Sumber, Fakulti Pendidikan Universiti Malaya.
Sebanyak 8 mahasiswa dari FPIP Umsida berkesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dengan antusiasme tinggi, jalannya perkuliahan diikuti dengan seksama oleh para mahasiswa FPIP, yakni Dwi Prastyo (Prodi Pendidikan IPA), Hikmah Ikrimatul Lail (Prodi PG-PAUD), Angelia Sofi (Prodi PTI), Riza Mafiroh dan Dwiky Ahmad (Prodi PBI), Fahdianti Anggraeni (Prodi PGSD), serta Khasyya Aulia dan Aisyah Putri Juniraga (Prodi Psikologi) bersama dengan beberapa mahasiswa lain dari Universitas Negeri Malang (UM).

Adapun kelas yang di ikuti oleh kedua Universitas tersebut merupakan kelas Magister Psikologi Pendidikan yang di isi oleh Dr Ahmad Shamsuri Bin Muhamad. Jalannya perkuliahan pun dimulai dari perkenalan setiap pihak, baik dari mahasiswa Umsida, UM, dan Universiti Malaya. Yang kemudian langsung dilanjut penyampaian materi oleh Dr Syamuri, dilanjut sesi praktik dari hasil pemaparan materi yang mendapatkan feedback langsung dari Dr Shamsuri.

Selama proses perkuliahan, seluruh mahasiswa dianjurkan untuk selalu aktif dalam setiap sesi pembelajaran. Meskipun Dr Shamsuri merupakan Dosen tunanetra, namun jalannya sesi perkuliahan sama sekali tidak menemukan hambatan yang berarti, nuansa yang erat antar mahasiswa dan dosen juga sangat kental terasa,seluruhnya pun aktif menyimak dengan seksama materi-materi yang disampaikan oleh Dr Shamsuri.
Materi yang dibawakan kali ini adalah seputar Teknik Konseling, dimana pada materi tersebut mempelajari tentang kemampuan-kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang Konselor, Dr Shamsuri pun menyampaikan beberapa hal penting yang meliputi :

  1. Dalam kemampuan melayani, seorang Konselor hendaknya selalu menjaga kontak mata yang baik, postur badan dan jarak yang memberikan kenyamanan, nada suara yang tidak bertendensi negatif dan mengerti keadaan klien, raut wajah serta gerak gerik badan yang mampu meningkatkan kedekatan dengan lawan bicara, kensenyapan untuk menjaga kondusifitas percakapan, dorongan minimal agar klien bisa mengutarakan segala keluh kesahnya secara apa adanya dan bukannya menimbulkan blokade secara tidak langsung dalam sebuah percakapan
  2. Dalam kemampuan mendengar, seorang Konselor juga diharapkan mampu mendengar secara utuh dengan empati, mendengar isi dan tidak mengalami distraksi pada cara penyampaian klien, mendengar dengan seksama, kritis dan analitis
  3. Kemampuan memberikan feedback, kemampuan parafase, respon tepat dengan refleksi perasaan dan pengalaman, mahir dalam bertanya dan meringkas, meminta penjelasan untuk telaah spesifikasi masalah, mahir dalam konfrontasi, mahir dalam mendukung, mahir dalam Interpretasi serta mahir dalam memberikan informasi.

Harapan baik disampaikan oleh Dr Shamsuri, bahwa dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak, khususnya dalam bidang kajian dan implementasi pendidikan. Hal ini juga sejalan dengan pernyataan dari salah satu mahasiswa umsida Dwiky Ahmad Effendi, bahwa adanya kegiatan ini dirasa sangat memberikan banyak. Selain dapat merasakan kelas magister, dia juga mendapat pengalaman baru terkait pembelajaran psikologi bersama mahasiswa asing yang ramah dan bersahabat. Dwiky berharap kegiatan semacam ini akan selalu terjalin, mengingat banyak manfaat yang dapat diambil. Bukan hanya perihal mengunjungi Malaysia, namun juga pembelajaran tentang budaya, social culture, education system serta menambah relasi.

 

Di lain sisi, salah satu mahasiswa UM, M Daffa Pradana menyampaikan bahwa mengikuti kelas magister adalah suatu pengalaman yang baru baginya. Apalagi kelas magister yang diikuti dipandu langsung oleh sosok Dosen yang begitu inspiratif, yang tak menjadikan suatu kekurangan sebagai sebuah kelemahan, sehingga membuatnya merasa terkagum dengan pendidikan di Universiti Malaya. Daffa pun berharap pendidikan inklusi dapat dirasakan oleh semua pihak secara menyeluruh dan merata di berbagai tempat, baik secara nasional dan Internasional.

 

Penulis : Dwi Prastyo – Editor : Arya Bimantara

Bertita Terkini

Reflektif
Dosen PBI Umsida Kenalkan Praktik Reflektif di Thailand
June 25, 2026By
Kuliah Tamu S
Kuliah Tamu STEAM prodi PIPA oleh UNESA
June 24, 2026By
Yudisium I FPSI Umsida Angkat Semangat Arunika
June 23, 2026By
Workshop Analisis Data Kuantitatif dg SEM PLS oleh Departemen Statistika ITS
June 22, 2026By
Bahasa Inggris
Sinergi Prodi PBI dan MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Sidoarjo
June 19, 2026By
ZEP Quiz Jadi Media Uji Instrumen IPA Siswa SMP
June 18, 2026By
Calon Guru
Prodi PGSD Latih Calon Guru Membaca dan Menulis Huruf Braille
June 17, 2026By
Provinsi Loei
Umsida dan Pemerintah Provinsi Loei Thailand Perpanjang MoU dan 8 MoA
June 15, 2026By

Prestasi

Pendidikan IPA
Pendidikan IPA Lolos PPK Ormawa Ekonomi Sirkular
June 3, 2026By
Brain Rot
FOCUSMIND AR Lolos PKM RSH Tawarkan Solusi Brain Rot Siswa
May 28, 2026By
PKM AI
Mahasiswa PGSD Umsida Lolos PKM AI dengan Media Ular Tangga
May 26, 2026By
Tiga Mahasiswa
Tiga Mahasiswa Psikologi Raih Juara Esai Nasional
May 19, 2026By
Dhia Kesuma Raih Penghargaan Olahraga di PILMAPRES 2026
May 6, 2026By

Riset dan Inovasi

Grooming
Pencegahan dan Dampak Child Grooming dalam Kehidupan Sosial
February 24, 2026By
Psikologi Al-Fatihah
Pelatihan Psikologi Al-Fatihah oleh Tim Dosen Psikologi Umsida, Tingkatkan Layanan Guru BK SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo
August 20, 2025By
buku
Dosen PG Paud Ciptakan Buku Ajar, Musik Mampu Tingkatkan Kecerdasan Anak Usia Dini
February 5, 2025By